Pages

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

5 Tanaman Obat Untuk Menghilangkan Jerawat


Jerawat timbul akibat produksi minyak yang berlebihan. Banyak factor yang bisa memicu munculnya jerawat yaitu faktor keturunan, makanan, faktor psikis juga mempengaruhi, misalnya saja ketika datang bulan, stress, pemakaian kosmetik yang tidak cocok atau mengkonsumsi obat tertentu bisa saja menyebabkan timbulnya jerawat. Sampai saai ini, belum ada obat jerawat yang bisa menyembuhkan secara tuntas. 

Namun banyak upaya yang bisa dilakukan untuk membantu menyembuhkan atau paling tidak mengurangi tumbuhnya jerawat. Salah satunya dengan menggunakan lima tanaman obat yaitu tomat, belimbing wuluh, mentimun, jeruk nipis, dan temulawak yang dipercaya bisa membasmi jerawat yang membandel.

Tomat (Lycopercisum esculentum Mill) yang mengandung aneka vitamin, antara lain vitamin C, viamin A dan B1 serta mengandung zat-zat seperti protein, kalsium, besi, dan belerang. Untuk mengusir jerawat, pilih tomat yang sudah masak, kemudian potong-potong sama rata, setelah itu langsung dipakai untuk menggosok wajah berjerawat. Jika tekun membiasakan diri memakai buah tomat, wajah mbak anti dijamin bakal kembali berseri-seri, bebas dari jerawat.

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang daging buahnya banyak mengandung air yang berasa asam. Warna buahnya ada yang hijau, ada pula yang putih. Belimbing wuluh mengandung kalsium oksalat, flavonoid, pectin, tanin, asam galat dan asam ferulat. Guna menyingkirkan jerawat, ambil 5 buah belimbing wuluh, cuci bersih kemudian tumbuk sampai halus. Setelah itu remas-remas dengan air garam secukupnya. Gosokkan pada wajah atau bagian tubuh lain yang berjerawat. Lakukan tiga kali sehari. 


Bisa juga dengan ramuan tradisional sebagai berikut sediakan 6 buah belimbing wuluh, ? sendok teh serbuk belerang, dan satu buah jeruk nipis. Caranya, belimbing wuluh dan serbuk belerang digiling sampai halus, kemudian remas-remas dengan air jeruk nipis. Lalu gosokkan pelan-pelan pada wajah yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari. Dijamin, wajah anda akan kembali kinclong.

Mentimun (Cucumis sativus) juga dapat digunakan untuk melawan jerawat yang nakal, disamping mengandung banyak air, juga mengandung vitamin A, B1 dan C serta beberapa zat seperti saponin, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi dan belerang. Berkaitan dengan jerawat, pilih mentimun yang masih muda. Cuci bersih, lalu potong-potong, kemudian perlahan-lahan gosokkan pada wajah yang berjerawat. Biasakan minimal tiga kali sehari.

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) yang buahnya sebesar bola pingpong berwarna hijau atau kekuning-kuningan, dan rasanya asam. Buah jeruk nipis mengandung unsur senyawa kimia antara lain limonene, linalin asetat, geranil asetat, felladren, sitral, dan asam sitrat. Untuk menghalangi jerawat, pilih buah jeruk nipis yang sudah tua lalu potong-potong sama rata. 


Gosokkan pada wajah yang berjerawat, sekitar 2-3 kali sehari. Atau dengan ramuan tradisional yaitu Sediakan 20 kuntum bunga melati, 2 jari asam jawa (bahasa jawa : asam kawak), 1 buah jeruk nipis. Caranya, bunga melati, asam jawa dan belerang dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Remas-remas dengan air jeruk nipis. Kemudian gosok perlahan-lahan pada wajah yang berjerawat.

Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb) juga bisa digunakan untuk membasmi jerawat karena didalamnya terdapat komponen utama kandungan zat yaitu kurkumin dan minyak atsiri. Kurkumin bermanfaat sebagai acnevulgaris, antiflamasi (antiradang), dan anti-hepatoksik (antikeracunan empedu). Sedangkan minyak atsiri temulawak mengandung phelandren, kamfer, bomeol, xanthorrhizol, dan sineal. 


Bila ingin wajah tidak ternodai jerawat, ambil satu jari rimpang temulawak, cuci bersih dan potong-potong. Rebus dengan air bersih sebanyak 4 gelas lalu biarkan mendidih hingga tinggal separuhnya. Setelah dingin, dapat disaring dan diminum (dapat ditambahkan madu). Minumlah dua kali sehari dan sekali minum sebanyak satu gelas.

Selain menggunakan tanaman obat di atas, juga perlu melakukan perawatan. Perawatan sangat penting dilakukan agar kulit terlihat sehat, berseri dan cantik. Apa saja yang harus dikerjakan:

 
1. bersihkan wajah sekurang-kurangnya dua kali sehari dengan sabun khusus pembersih wajah dan air hangat.
2. Lakukan olahraga pagi hari di lokasi yang mendapat sinar matahari.
3. Kurangi makanan berlemak, termasuk gorengan dan minuman beralkohol.
4. Tingkatkan konsumsi sayur-sayuran dan (bayam, bawang daun, ercis, wortel, daun melinjo dan sebagainya) dan buah-buahan (pisang, tomat, jeruk, nanas, dan sebagainya)
5. Hindari pemakaian kosmetik yang berbahan dasar minyak.
6. Yang tak kalah penting, jangan sembarangan menusuk dan memijit-mijit jerawat. Bisa-bisa malah infeksi dan meninggalkan bekas noda.

Read more

5 Kebiasaan Jorok & Cara Mengatasinya

Kesal rasanya jika ketika asyik makan, tiba-tiba ada yang buang angin sembarangan alias kentut. Atau begitu selesai makan, ada orang yang seenaknya saja bersendawa. Namun, bagaimana jika hal itu dilakukan oleh si kecil?

Kebiasaan jorok memang sering kita jumpai pada usia anak-anak. Bagaimana ya, cara mengubah perilakunya itu?

Mengorek-ngorek Kotoran Hidung (Ngupil)

Menyentuh kotoran hidung sebenarnya tidak berbahaya, tapi memang menjijikkan. Risiko terburuknya adalah, anak mengorek terlalu keras sehingga timbul luka yang mengundang infeksi.

Untuk mencegahnya, ajarkan anak membersihkan rongga hidung tiap mandi dengan air. Menghirup air ke dalam hidung dan menyemprotkannya (seperti orang yang sedang berwudu sebelum salat) beberapa kali akan melunakkan kotoran sehingga mudah dikeluarkan, serta membantu menjaga kelembapan rongga hidung.

Kalaupun terpaksa harus membersihkan rongga hidung di depan umum, ajarkan anak memakai tisu atau saputangan, bukan jari.

Batuk atau Bersin Tanpa Ditutup

Kebiasaan ini menjijikkan sekaligus membahayakan orang lain. Partikel-partikel yang disemburkan orang batuk atau bersin bisa ’terbang’ sampai bermeter-meter dengan kecepatan tinggi. Dan di antara partikel tersebut ada kuman-kuman penyakit. Perlu diketahui, penyakit berbahaya seperti radang paru-paru dan radang selaput otak juga dapat ditularkan dengan cara ini.

Biasakan anak bersin dan batuk dengan suara yang wajar (tidak dikeras-keraskan) sambil menutupi mulut dan hidung dengan saputangan, tisu, atau minimal bagian dalam sikunya (bukan telapak tangannya). Kalau anak sering lupa membawa tisu/saputangan, selipkan di saku baju, di tas, atau di mana saja yang mudah anak temukan. Ajarkan ia mencuci tangan setelah bersin atau batuk.

Meludah Sembarangan

Kebiasaan ini tidak hanya menjijikkan, kasar dan sangat tidak sopan, tapi juga membahayakan orang lain. Ludah mengandung banyak sekali kuman merugikan, apalagi jika anak sedang sakit. Meludah di sembarang tempat sama saja menyebar penyakit ke mana-mana.

Biasakan anak meludah (tanpa membunyikannya keras-keras) di wastafel atau di kloset. Jika jauh dari kamar kecil atau wastafel, ajarkan untuk meludah pada tisu dan membuangnya ke tempat sampah, meludah langsung ke dalam tempat sampah, atau di saluran pembuangan air kotor.

Buang Angin Sembarangan

Kebiasaan ini sebenarnya tidak membahayakan, tapi amat mengganggu orang lain karena gas yang dibuang mengandung hidrogen belerang (H2S) yang berbau busuk. Buku The Doctor’s Book of Home Remedies for Children menyarankan agar orangtua membantu anak mengurangi produksi gasnya, misalnya dengan mengurangi hidangan yang mnegandung gas.

Selain itu, orangtua perlu juga menetapkan ‘zona bebas gas’. Katakan kepada anak, buang angin itu tidak masalah asal dilakukan sesuai aturan yang bisa diterima secara sosial. Misalnya, tidak dilakukan saat makan bersama atau dalam situasi sosial, melainkan di toilet atau di kamarnya. Jika aturan ini sering dilanggar, orangtua boleh memberi konsekuensi negatif, misalnya ”Kalau buang angin di depan orang, jatah main video game-nya dikurangi setengah jam misalnya.

Bersendawa Keras-keras

Si kecil suka bersendawa keras di depan orang banyak – menirukan iklan minuman bersoda di TV? Bersendawa keras bisa membuat sebagian orang merasa jijik, karena diasosiasikan dengan kondisi ingin muntah. Untuk mencegahnya, ajarkan anak makan dan minum perlahan-lahan – mengunyah dengan cermat, baru menelannya, agar lebih sedikit udara yang tertelan. Kalaupun harus bersendawa, ajarkan untuk melakukannya sepelan mungkin sambil menutup mulutnya.

Tip Mencegah Kebiasaan Jorok
1. Orangtua secara konsisten mengingatkan kepada anak, sekaligus juga memberikan alasan, mengapa perilaku tersebut sebaiknya tidak dilakukan.

2. Orangtua secara konsisten, memberikan contoh mengenai perilaku yang dimaksud. Misal, orangtua ingin agar anak cuci tangan sebelum makan, maka orangtua secara konsisten juga harus melakukan hal yang sama, yaitu mencuci tangannya sendiri sebelum makan. Tujuannya, agar anak meniru kebiasaan yang dilakukan oleh orangtua.

3. Memuji anak setiap kali ia berperilaku sesuai dengan tujuan. Misal, bila anak ingat untuk mencuci tangan sebelum makan, katakan bahwa dia pintar.

4. Kebiasaan – baik atau buruk – terbentuk lewat pengulangan suatu perilaku secara sadar. Menghilangkan kebiasaan jorok anak juga dapat dilakukan dengan prinsip yang sama. Teruslah mencegah anak melakukannya sampai anak mampu mencegah dirinya sendiri.

Read more

Vitamin Penajam Otak

PERNAHKAH Anda kesulitan mencari barang yang Anda simpan dua hari lalu? Menurunnya ketajaman memori otak menjadi biang keladinya. Karena itu, Anda butuh vitamin penajam otak.

Sebuah studi baru mengungkapkan, vitamin dan nutrisi yang tepat akan membuat kinerja otak tetap tajam, bahkan mampu mengusir penyakit hilang akal (demensia) saat usia semakin tua.

“Kuncinya adalah mendapatkan nutrisi dari jenis makanan tertentu karena semuanya berjalan secara sinergi,” ungkap Paula Bickford, ahli farmasi dan profesor di Departmen Pembedahan Urat Syaraf dan Kerusakan Otak University of South Florida College of Medicine.

Beberapa vitamin dimaksud, di antaranya seperti dinukil dari Health24:

Asam lemak omega-3

Semakin banyak mengonsumsi bahan makanan mengandung asam lemak omega-3, maka semakin berkurang risiko mengalami penurunan kognitif.

“Asam lemak omega-3 mampu melindungi otak dari stres oksidatif (kerusakan akibat molekul yang tidak stabil atau radikal bebas). Biasanya, jaringan syaraf menggunakan asam lemak omega-3 untuk melindungi sel dan membantu persinyalan antara sel-sel saraf lain, yang akan membantu otak bekerja secara optimal,” jelas Bickford.

Asam lemak omega-3 terdapat dalam ikan salmon, tuna, sarden, ikan air tawar, ikan teri, kenari, minyak canola, dan biji rami.

Vitamin C, D, dan E

Mengonsumsi makanan kaya vitamin E mampu mengurangi risiko hilang akal dan Alzheimer. Di Afrika Selatan ditemukan bahwa orangtua yang menderita hilang akal memiliki kandungan vitamin C rendah dalam tubuhnya. Dan, sebuah studi Universitas Manchester menemukan bahwa orang dewasa berusia menengah dan manula dengan kandungan vitamin D minim, lebih berisiko mengalami penurunan kognitif.

Vitamin-vitamin ini berfungsi sebagai antioksidan sehingga dapat melindungi otak dari kerusakan radikal bebas. Sumber vitamin ini terdapat dalam:

1. Vitamin C: jus jeruk, paprika merah, papaya, stroberi, brokoli, buah jeruk.
2. Vitamin D: ikan salmon, telur, ikan pecak, sereal, susu.
3. Vitamin E: sereal, biji matahari, kacang almond, bayam dan sayuran hijau, minyak canola.

Vitamin B12

Penelitian yang dilakukan University Medical Centre di Chicago menemukan bahwa orang dewasa yang mengandung banyak vitamin B12 dalam aliran darahnya, memiliki risiko rendah terhadap penyakit penurunan kognitif. Sementara, University of California, Los Angeles menemukan bahwa rendah folat memiliki risiko lebih tinggi penurunan kognitif.

Vitamin B12 mampu memperbaiki kemampuan kerja otak dan mampu menjaga jaringan-jaringan syaraf otak. Sumber vitamin B12, seperti daging sapi, ikan salmon, sereal, kerang-kerangan, dan folat (sereal, kacang, brokoli, bayam, pepaya, pasta).

Read more

The Basic of Cord Blood Banking

There is still so less information about what a cord blood bank, when there are those who have already had their own “savings”! The aim of this article is to share about a few basic information related to the cord blood banking.



What is a cord blood bank?



A cord blood bank is a facility almost like a blood bank, the differences is that it stores umbilical cord blood that is obtained just after a child is born. The cord blood is collected after the umbilical cord has been cut and is extracted from the fetal end of the cord. The extracted volume range from 75 to 100 ml. It is usually done within 10 minutes of giving birth.





Why takes cord blood?



The cord blood is not the same as ordinary blood, it contains hematopoietic stem cells which is the progenitor cells that can form red blood cells, white blood cells and platelets. Thus, the cord blood cells are currently used to treat blood and immune system related genetic diseases, cancers and blood disorders.



Even so, it must be realized that cord blood is unlike stem cells. Stem cells is characterized by the ability to renew themselves and can form diverse range of cells, unlike the cord blood that can only form blood cells.



The benefits of the cord blood?



As it has been explained above, the cord blood contains hematopoietic cells, thus it can be transplanted to treat diseases of blood,such as:



* baby cordLeukemia

* Non-Hodgkin lymphoma

* Hodgkin disease

* Thalassemia

* Sickle cell anemia

* Fanconi’s anemia

* Sever combined immune deficiency

* Anaplastic anemia

* Neuroblastoma



Using the cord blood that's less-than-completely matched human leukocyte antigen in treating those patients possibly less risky in terms of causing graft-vs-host disease than mismatched cells from either a related or unrelated donor.



Yet, the gene-therapy research involving modification of autologous cord blood stem cells for treatment of childhood genetic disorders remains experimental at present even if it may ultimately prove to be beneficial in later years.



To save or not to save?



So far, there are no universal guidelines on getting an “investment” in the cord blood banking. The American Academy of Pediatrics, the AAP on 2007 has issued some guidance and recommendations that you can used. These specific recommendations are:



Parents who are encouraged to donate their child’s cord blood are those who have an older child with a condition that could benefit from transplantation thus, allowing immediate possible donation to a first-degree relative.



Physicians involved in procurement of cord blood should be aware of cord blood collection, processing, and storage procedures as set forth in the guidelines.



Informed consent is of the utmost importance. Physicians should provide accurate information about the potential benefits and limitations of allogeneic and autologous cord blood banking and transplantation and they also have to consider about the possible emotional vulnerability of pregnant women and their families and friends. It is important to be sure that the decision is not made under duress.



Parents who wish to store their children’s cord blood are strongly advised to search for details information about the facilities, i.e. the national accreditation standards developed by the Foundation for the Accreditation of Cellular Therapy (FACT), the US Food and Drug Administration (FDA), the Federal Trade Commission, and similar state agencies in the corresponding countries.



Heretofore, it is more bucked up to donate those cord blood to the public cord blood bank rather investing them in of the private bank. However, this public cord blood bank perhaps inaccessible for few countries. Therefore, in this case highly recomended to consult with the physicians or pediatricians about using the private cord blood facilities.



Finally, the question of whether one should have this kind of “saving” or not, can't be easily answered. The decision, after all, is back to the parents themselves in spite of whatever the physicians have recommended. Yet seeing that these cord blood savings are not cheap, therefore, it is wise if think it more carefully before make a decision.

Read more

ASKEP ISPA

Asuhan Keperawatan (ASKEP) INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA)



1. PENGERTIAN ISPA



ISPA merupakan infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari. Saluran pernapasan meliputi organ mulai dari hidung sampai gelembung paru, beserta organ-organ disekitarnya seperti : sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru.



ISPA meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah.



Sebagian besar dari infeksi saluran pernapasan bersifat ringan, misalnya batuk pilek dan tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik. Namun demikian jangan dianggap enteng, bila infeksi paru ini tidak diobati dengan antibiotik dapat menyebabkan anak menderita pneumoni yang dapat berujung pada kematian.



Menurut Program Pemberantasan Penyakit (P2) ISPA, penyakit ISPA dibagi menjadi dua golongan yaitu pneumonia dan yang bukan pneumonia.



Pneumonia dibedakan atas derajat beratnya penyakit yaitu pneumonia berat dan pneumonia tidak berat. Penyakit batuk pilek seperti rinitis, faringitis, tonsilitis dan penyakit jalan napas bagian atas lainnya digolongkan sebagai bukan pneumonia.



Etiologi dari sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas ini ialah virus dan tidak dibutuhkan terapi antibiotik. Faringitis oleh kuman Streptococcus jarang ditemukan pada balita. Bila ditemukan harus diobati dengan antibiotik penisilin, semua radang telinga akut harus mendapat antibiotic.



ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pernapasannya.



Kelainan pada sistem pernapasan terutama infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah, asma dan ibro kistik, menempati bagian yang cukup besar pada area pediatri. Infeksi saluran pernapasan bagian atas terutama yang disebabkan oleh virus, sering terjadi pada semua golongan masyarakat pada bulan-bulan musim dingin.





2. JENIS – JENIS ISPA



Program Pemberantasan ISPA (P2 ISPA) mengklasifikasi ISPA sebagai berikut:



  • Pneumonia berat: ditandai secara klinis oleh adanya tarikan dinding dada kedalam (chest indrawing).

  • Pneumonia: ditandai secara klinis oleh adanya napas cepat.

  • Bukan pneumonia: ditandai secara klinis oleh batuk pilek, bisa disertai demam, tanpa tarikan dinding dada kedalam, tanpa napas cepat. Rinofaringitis, faringitis dan tonsilitis tergolong bukan pneumonia



Berdasarkan hasil pemeriksaan dapat dibuat suatu klasifikasi penyakit ISPA. Klasifikasi ini dibedakan untuk golongan umur dibawah 2 bulan dan untuk golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun.

Untuk golongan umur kurang 2 bulan ada 2 klasifikasi penyakit yaitu :

  • Pneumonia berada: diisolasi dari cacing tanah oleh Ruiz dan kuat dinding pada bagian bawah atau napas cepat. Batas napas cepat untuk golongan umur kurang 2 bulan yaitu 60 kali per menit atau lebih.

  • Bukan pneumonia: batuk pilek biasa, bila tidak ditemukan tanda tarikan kuat dinding dada bagian bawah atau napas cepat.



Untuk golongan umur 2 bu~an sampai 5 tahun ada 3 klasifikasi penyakit yaitu :

  • Pneumonia berat: bila disertai napas sesak yaitu adanya tarikan dinding dada bagian bawah kedalam pada waktu anak menarik napas (pada saat diperiksa anak harus dalam keadaan tenang tldak menangis atau meronta).

  • Pneumonia: bila disertai napas cepat. Batas napas cepat ialah untuk usia 2 -12 bulan adalah 50 kali per menit atau lebih dan untuk usia 1 -4 tahun adalah 40 kali per menit atau lebih.

  • ukan pneumonia: batuk pilek biasa, bila tidak ditemukan tarikan dinding dada bagian bawah dan tidak ada napas cepat.



3. TANDA – TANDA BAHAYA ISPA



Pada umumnya suatu penyakit saluran pernapasan dimulai dengan keluhan-keluhan dan gejala-gejala yang ringan. Dalam perjalanan penyakit mungkin gejala-gejala menjadi lebih berat dan bila semakin berat dapat jatuh dalam keadaan kegagalan pernapasan dan mungkin meninggal. Bila sudah dalam kegagalan pernapasan maka dibutuhkan penatalaksanaan yang lebih rumit, meskipun demikian mortalitas masih tinggi, maka perlu diusahakan agar yang ringan tidak menjadi lebih berat dan yang sudah berat cepat-cepat ditolong dengan tepat agar tidak jatuh dalam kegagalan pernapasan.



Tanda-tanda bahaya dapat dilihat berdasarkan tanda-tanda klinis dan tanda-tanda laboratoris.



Tanda-tanda klinis ISPA



• Pada sistem respiratorik adalah: tachypnea, napas tak teratur (apnea), retraksi dinding thorak, napas cuping hidung, cyanosis, suara napas lemah atau hilang, grunting expiratoir dan wheezing.



• Pada sistem cardial adalah: tachycardia, bradycardiam, hypertensi, hypotensi dan cardiac arrest.



• Pada sistem cerebral adalah : gelisah, mudah terangsang, sakit kepala, bingung, papil bendung, kejang dan coma.



• Pada hal umum adalah : letih dan berkeringat banyak.





Tanda-tanda laboratoris ISPA



• hypoxemia,



• hypercapnia dan



• acydosis (metabolik dan atau respiratorik)



Tanda-tanda bahaya pada anak golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun adalah: tidak bisa minum, kejang, kesadaran menurun, stridor dan gizi buruk, sedangkan tanda bahaya pada anak golongan umur kurang dari 2 bulan adalah: kurang bisa minum (kemampuan minumnya menurun ampai kurang dari setengah volume yang biasa diminumnya), kejang, kesadaran menurun, stridor, Wheezing





4. PENATALAKSANAAN KASUS ISPA



Penemuan dini penderita pneumonia dengan penatalaksanaan kasus yang benar merupakan strategi untuk mencapai dua dari tiga tujuan program (turunnya kematian karena pneumonia dan turunnya penggunaan antibiotik dan obat batuk yang kurang tepat pada pengobatan penyakit ISPA) .



Pedoman penatalaksanaan kasus ISPA akan memberikan petunjuk standar pengobatan penyakit ISPA yang akan berdampak mengurangi penggunaan antibiotik untuk kasus-kasus batuk pilek biasa, serta mengurangi penggunaan obat batuk yang kurang bermanfaat. Strategi penatalaksanaan kasus mencakup pula petunjuk tentang pemberian makanan dan minuman sebagai bagian dari tindakan penunjang yang penting bagi pederita ISPA.



Penatalaksanaan ISPA meliputi langkah atau tindakan sebagai berikut :



A. Upaya pencegahan



Pencegahan dapat dilakukan dengan :



• Menjaga keadaan gizi agar tetap baik.

• Immunisasi.

• Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan.

• Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA.



B. Pengobatan dan perawatan



Prinsip perawatan ISPA antara lain :

• Menigkatkan istirahat minimal 8 jam perhari

• Meningkatkan makanan bergizi

• Bila demam beri kompres dan banyak minum

• Bila hidung tersumbat karena pilek bersihkan lubang hidung dengan sapu tangan yang bersih

• Bila badan seseorang demam gunakan pakaian yang cukup tipis tidak terlalu ketat.

• Bila terserang pada anak tetap berikan makanan dan ASI bila anak tersebut masih menetek



Pengobatan antara lain :



• Mengatasi panas (demam) dengan memberikan parasetamol atau dengan kompres, bayi dibawah 2 bulan dengan demam harus segera dirujuk. Parasetamol diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari. Cara pemberiannya, tablet dibagi sesuai dengan dosisnya, kemudian digerus dan diminumkan. Memberikan kompres, dengan menggunakan kain bersih, celupkan pada air (tidak perlu air es).

• Mengatasi batuk

Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional yaitu jeruk nipis ½ sendok teh

dicampur dengan kecap atau madu ½ sendok teh , diberikan tiga kali sehari.





DAFTAR PUSTAKA



• DepKes RI. Direktorat Jenderal PPM & PLP. Pedoman Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Jakarta. 1992.



• Lokakarya Dan Rakernas Pemberantasan Penyakit Infeksi saluran pernapasan akut. 1992



• Doenges, Marlyn E . Rencana Asuhan Keperawatan: pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien



• Alih bahasa I Made Kariasa. Ed 3. Jakarta: EGC.1999





PENGKAJIAN :



I. IDENTITAS PASIEN



Nama :

Umur :

Jenis kelamin :

Agama :

Suku :

Pekerjaan :

Status perkawinan :

Tanggal MRS :

Pengkajian :

Penanggung jawab :

Regester :

Diagnosa masuk :

Alamat :





II. RIWAYAT KESEHATAN



1. Keluhan Utama

Klien mengeluh demam, batuk , pilek, sakit tenggorokan



2. Riwayat penyakit sekarang

Dua hari sebelumnya klien mengalami demam mendadak, sakit kepala, badan lemah, nyeri otot dan

Dan sendi, nafsu makan menurun, batuk,pilek dan sakit tenggorokan.



3. Riwayat penyakit dahulu

Kilen sebelumnya sudah pernah mengalami penyakit sekarang



4. Riwayat penyakit keluarga

Menurut pengakuan klien,anggota keluarga ada juga yang pernah mengalami sakit seperti penyakit klien tersebut



5. Riwayat sosial

Klien mengatakan bahwa klien tinggal di lingkungan yang berdebu dan padat penduduknya





III. PEMERIKSAAN FISIK



Pemeriksaan fisik di fokuskan pada pengkajian sistem pernapasan :



1. Pengkajian tanda – tanda vital dan kesadaran klien

2. Inspeksi :



• Membran mucosa hidung faring tampak kemerahan

• Tonsil tanpak kemerahan dan edema

• Tampak batuk tidak produktif

• Tidak ada jaringna parut pada leher

• Tidak tampak penggunaan otot- otot pernapasan tambahan,pernapasan cuping hidung, tachypnea, dan hiperventilasi





3. Palpasi

• Adanya demam

• Teraba adanya pembesaran kelenjar limfe pada daerah leher / nyeri tekan pada nodus limfe servikalis

• Tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tyroid



4.  Perkusi

• Suara paru normal (resonance)



5. Auskultasi

• Suara napas vesikuler / tidak terdengar ronchi pada kedua sisi paru





IV. PEMERIKSAASN PENUNJANG



• Tanggal :

• HB :

• LED :

• Hematokrit :

• Trombosit :

• MCV :

• MCH :

• MCHC :

• Diff Count :

• Urien PH :

• Ureum :

• Kreatinin :

• SGOT :

• SGPT :

• Na :

• Kalium :

• Cl :

• AGD :

• PCO2 :

• Radiologi :

• ECG :





DIAGNOSA KEPERAWATAN :



I. Peningkatan suhu tubuh bd proses inspeksi



Tujuan : Suhu tubuh normal berkisar antara 36 – 37, 5 ‘ C



INTERVENSI



1.Observasi tanda – tanda vital



2.Anjurkan pada klien/keluarga umtuk melakukan kompres dingin ( air biasa) pada kepala / axial.





3.Anjurkan klien untuk menggunakan pakaian yang tipis dan yang dapat menyerap keringat seperti terbuat dari katun.



4.Atur sirkulasi udara.



5.Anjurkan klien untuk minum banyak ± 2000 – 2500 ml/hr.



6.Anjurkan klien istirahat ditempat tidur selama fase febris penyakit.

7.Kolaborasi dengan dokter :

• Dalm pemberian therapy, obat antimicrobial

• antipiretika



RASIONALISASI



1.Pemantauan tanda vital yang teratur dapat menentukan perkembangan perawatan selanjutnya.



2.Degan menberikan kompres maka aakan terjadi proses konduksi / perpindahan panas dengan bahan perantara .



3.Proses hilangnya panas akan terhalangi untuk pakaian yang tebal dan tidak akan menyerap keringat.



4.Penyedian udara bersih.



5.Kebutuhan cairan meningkat karena penguapan tubuh meningkat.



6.Tirah baring untuk mengurangi metabolism dan panas.





7.Untuk mengontrol infeksi pernapasan

Menurunkan panas





II. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan b. d anoreksia



Tujuan : * klien dapat mencapai BB yang direncanakan mengarah kepada BB normal.

* klien dapat mentoleransi diet yang dianjurkan.

* Tidak menunujukan tanda malnutrisi.





INTERVENSI



1.Kaji kebiasaan diet, input-output dan timbang BB setiap hari



2.Berikan makan pporsi kecil tapi sering dan dalam keadaan hangat



3.Beriakan oral sering, buang secret berikan wadah husus untuk sekali pakai dan tisu dan ciptakan lingkungan beersih dan menyenamgkan.



4.Tingkatkan tirai baring.



5.Kolaborasi

• Konsul ahli gizi untuk memberikan diet sesuai kebutuhan klien





RASIONALI



1.Berguna untuk menentukan kebutuhan kalori menyusun tujuan berat badan, dan evaluasi keadekuatan rencana nutrisi.



2.Untuk menjamin nutrisi adekuat/ meningkatkan kalori total



3.Nafsu makan dapt dirangsang pada situasi rilek, bersih dan menyenangkan.



4.Untuk mengurangi kebutuhahan metabolic



5.Metode makan dan kebutuhan kalori didasarkan pada situasi atau kebutuhan individu untuk memberikan nutrisi maksimal.





III. Nyeri akut b.d inflamasi pada membran mukosa faring dan tonsil.



Tujuan : Nyeri berkurang / terkontrol





INTERVENSI



1.Teliti keluhan nyeri ,catat intensitasnya (dengan skala 0 – 10), factor memperburuk atau meredakan lokasimya, lamanya, dan karakteristiknya.



2.Anjurkan klien untuk menghindari allergen / iritan terhadap debu, bahan kimia, asap,rokok. Dan mengistirahatkan/meminimalkan berbicara bila suara serak.



3.Anjurkan untuk melakukan kumur air garam hangat



4.Kolaborasi

Berikan obat sesuai indikasi

• Steroid oral, iv, & inhalasi



• analgesik





RASIONAL



1.Identifikasi karakteristik nyeri & factor yang berhubungan merupakan suatu hal yang amat penting untuk memilih intervensi yang cocok & untuk mengevaluasi ke efektifan dari terapi yang diberikan.



2.Mengurangi bertambah beratnya penyakit.



3.Peningkatan sirkulasi pada daerah tenggorokan serta mengurangi nyeri tenggorokan.



4.Kortikosteroid digunakan untuk mencegah reaksi alergi / menghambat pengeluaran histamine dalam inflamadi pernapasan.



5. Analgesic untuk mengurangi rasa nyeri







IV. Resiko tinggi tinggi penularan infeksi b.d tudak kuatnya pertahanan sekunder (adanya infeksi penekanan imun)



Tujuan : * tidak terjadi penularan

* tidak terjadi komplikasi





INTERVENSI



1.Batasi pengunjung sesuai indikasi



2.Jaga keseimbangan antara istirahat dan aktifitas



3.Tutup mulut dan hidung jika hendak bersin, jika ditutup dengan tisu buang segera ketempat sampah



4.Tingkatkan daya tahan tubuh, terutama anak usia dibawah 2 tahun, lansia dan penderita penyakit kronis. Dan konsumsi vitamin C, A dan mineral seng atau anti oksidan jika kondisi tubuh menurun / asupan makanan berkurang



5.Kolaborasi

Pemberian obat sesuai hasil kultur





RASIONAL



1.Menurunkan potensial terpalan pada penyakit infeksius.



2.Menurunkan konsumsi /kebutuhan keseimbangan O2 dan memperbaiki pertahanan klien terhadap infeksi, meningkatkan penyembuhan.



3.Mencegah penyebaran pathogen melalui cairan



4.Malnutrisi dapat mempengaruhi kesehatan umum dan menurunkan tahanan terhadap infeksi



5.Dapat diberikan untuk organiasme khusus yang teridentifikasi dengan kultur dan sensitifitas / atau di berikan secara profilatik karena resiko tinggi





source: blognya boss khaidir muhaj

Read more

Tips Mengobati Batu Empedu Secara Alami

Semua orang mempunyai kecenderungan memiliki batu empedu dalam kantung empedu mereka. Dalam kondisi tertentu, batu empedu tersebut dapat menimbulkan masalah yang cukup serius. Biasanya, penanganan batu empedu dilakukan dengan operasi laparaskopi. Tentunya membutuhkan biaya yang cukup mahal.



Tetapi anda tidak perlu khawatir, ternyata batu empedu dapat disembuhkan secara alamiah, murah dan tidak merusak tubuh.Cara ini ditemukan oleh Dr. Lai Chiu-Nan.



Gangguan batu empedu sering disepelekan, mereka menyadari ketika sudah parah bahkan setelah menjadi kanker yang sangat serius.



Dr. Lai Chiu Nan mengatakan, "Kanker tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama, tetapi ada penyakit lain yang mendahuluinya". Berdasarkan penelitian di Cina, orang-orang yang menderita kanker hati, kantung empedu mereka berisi banyak batu. Kantung empedu menempel pada lever, berisi cairan kental, berwarna kehijauan dan berfungsi untuk membantu mencerna makanan berlemak.



Keluhan:

Setelah memakan makanan berlemak, perut terasa sebah atau penuh. Dalam kondisi tertentu dapat mengakibatkan perut menjadi terasa sangat sakit, dibagian tepi bawah pada tulang rusuk sebelah kanan. Rasa sakit itu bisa mencapai sisi kanan pada punggung sebelah atas.



Pengobatan Alami untuk Batu Empedu

1. Setiap hari selama lima hari berturut-turut, minum 4 gelas sari buah apel segar atau makan 4 sampai 5 apel segar. Apel dapat melembutkan batu empedu. Anda tetap boleh makan seperti biasa, tetapi akan lebih baik jika anda menghindari makanan berlemak.



2. Pada hari ke-6, jangan makan malam. Pada pukul 6 petang, minumlah satu sendok Epsom Salt (=magnesium sulfat) yang dicampur dengan segelas air hangat. Pada pukul 8 malam, lakukan hal yang sama. Epsom Salt dapat membuka pembuluh-pembuluh kantung empedu. Pada 10 pm, campurkan setengah cangkir (k.l. 100 cc/ml) minyak zaitun dengan setengah cangkir sari buah jeruk segar. Aduk secukupnya sebelum diminum. MInyak zaitun mempunyai fungsi melumasi butir-butir batu agar melancarkan batu empedu ketika keluar.



3. Keesokan harinya anda akan melihat batu-batu berwarna kehijauan dalam kotoran anda yang cair. Batu empedu biasanya akan mengambang. Dengan demikian kantung empedu anda sudah bersih atau paling tidak akan berkurang.





Catatan

  • Sari apel bisa dijus atau dimakan langsung

  • Semua jenis apel (merah, kuning atau hijau) memiliki khasiat yang sama

  • Kulit buah apel biasanya berlapis lilin atau terkontaminasi pestisida, maka harus dikupas

  • Olive oil dapat dibeli di apotek

  • Sari buah jeruk digunakan untuk mencegah agar tidak muntah saat minum minyak zaitun





Source: thehealthystyle.org

Read more

Impotensi Adalah?

Tidak dapat dipungkiri jika impotensi adalah momok bagi setiap pria di dunia ini. Ketika seorang pria mengalami impotensi maka ia tidak lagi dianggap sebagai seorang laki-laki yang sebenarnya.



Banyak sekali orang Indonesia yang mengetikkan kata kunci "Impotensi adalah" di mesin pencari google.co.id. Apakah ini menandakan bahwa para pria di Indonesia telah banyak yang mengalami impotensi? ataukah mereka hanya sekedar ingin tahu informasi tentang disfungsi yang sangat ditakuti oleh pria ini. Apapun alasan mereka, nyatanya "impotensi adalah" memang banyak dicari.



Dalam impotensi.org, disebutkan:



1. Impotensi (Disfungsi Ereksi) adalah ketidakmampuan untuk memulai dan mempertahankan ereksi.



Impotensi biasanya merupakan akibat dari:

  • Kelainan pembuluh darah

  • Kelainan persarafan

  • Obat-obatan

  • Kelainan pada penis

  • Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.



2. Impotensi adalah suatu gangguan seksual yang ditandai dengan gejala ketidakmampuan penderita dalam mempertahankan tingkat ereksi penis untuk berlangsungnya hubungan sex suami istri. Pria impotensi tidak dapat mempertahankan penis dari awal kegiatan hubungan seks suami istri sampai selesai.



Tingkat impotensi sangat bervariasi mulai dari ringan sampai berat, dikalangan medis lebih dikenal dengan Disfungsi Ereksi (DE), sedangkan impotensi adalah tingkat gangguan yang sangat berat, artinya hampir tak mempunyai kemampuan sama sekali untuk ereksi.



3. Impoten adalah istilah lain dari lemah syahwat dan merupakan salah satu bagian dari disfungsi ereksi. Penyakit ini benar-benar merupakan keadaan yang amat menyedihkan bagi pria yang mengalaminya. Sebab pria tersebut tidak akan bisa melaksanakan kegiatan seksnya secara wajar. Ciri dari impotensi adalah tidak memiliki daya tahan yang cukup saat koitus terjadi, atau terkadang penisnya tidak dapat mengeras saat bercumbu atau saat akan melakukan hubungan seks. Tidak jarang perkawinan menjadi hancur karena penyakit ini.



Semakin bertambah umur seorang pria, maka impotensi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut.



Sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun mengalami impotensi.





Penyebab Impotensi



IMPOTENSI dapat disebabkan oleh faktor fisik dan psikis. Namun, banyak pria menderita impoten karena gabungan kedua faktor tersebut.



Hal itu terjadi karena banyak pria merasa malu menceritakan masalah ini kepada orang lain, bahkan terkadang disimpannya sendiri hingga penyebab fisik kerap kali dibarengi oleh masalah psikis.



Faktor fisik penyebab impotensi antara lain:



  1. Gangguan aliran darah: Penyakit yang dapat mengurangi aliran darah ke penis meliputi hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes (kencing manis), dan penyakit peyronie (terbentuknya jaringan parut pada penis).

  2. Gangguan persarafan: Keadaan yang dapat mengurangi atau menghambat hantaran saraf ke penis antara lain diabetes, cedera tulang belakang, pembedahan daerah panggul, kecanduan alkohol, ruasaknya saraf karena penyakit kelamin atau akibat pembengkakan saraf-saraf yang terjadi oleh penyakit difteri.

  3. Gangguan hormonal: Keadaan yang dapat mengganggu keseimbangan hormon-hormon ini antara lain disfungsi testis (gangguan fungsi buah zakar), penyakit ginjal, liver, dan kecanduan alkohol.

  4. Obat-obatan: Penyebab impotensi yang paling sering dijumpai adalah obat-obatan, seperti obat antihipertensi (obat tekanan darah tinggi), antidepresi, frankuilizer (obat penenang), diuretik (obat yang meningkatkan pengeluaran air seni),simetidin (obat maag), obat penurun berat badan, alkohol, opiat, heroin, amfetamin dan nikotin/rokok.



Faktor Psikis penyebab impotensi antara lain:

  1. Stres: Stres karena masalah pekerjaan, pergaulan ataupun masalah keuangan dapat menyebabkan gangguan ereksi. Semakin keras usaha seorang pria untuk memperoleh ereksi ketika ia sedang mengalami ketegangan maka akan semakin buruk pula hasil yang dicapainya. Stres dapat menyebabkan impotensi begitu pula sebaliknya.

  2. Depresi: Depresi dapat mengurangi tenaga pria dan menurunkan kemampuan seksualnya. Seorang pria yang depresi biasanya tidak mampu memperoleh ereksi dan ini akan menambah berat keadaan depresinya.

  3. Kecemasan: Kecemasan memainkan peranan penting dalam terjadinya impotensi pada laki-laki, diantaranya kecemasan apakah dia akan mampu berereksi, mampu mempertahankannya dan mampu memuaskan pasangannya. Hal ini dapat dialami oleh sebagian besar kaum pria pada waktu tertentu. Tetapi bila terjadi terus-menerus maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya impotensi. Rasa takut terhadap kegagalan akan menimbulkan ketegangan. Dan ini akan menghambat terjadinya ereksi.

  4. Informasi seks keliru: Informasi yang keliru mengenai seks juga dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Misalnya seorang pria yang mendapatkan pendidikan/pengertian seks yang negatif sehingga dia beranggapan bahwa seks itu merupakan perbuatan yang kotor/dosa. Atau seorang pria yang dibesarkan dalam lingkungan yang memiliki pemikiran keliru mengenai keperkasaan seorang pria sejati sehingga pria tersebut menjadi rendah diri dan hanya dapat ereksi jika berhubungan dengan wanita yang status sosial, ekonomi atau kontruksi tubuhnya lebih lemah darinya. Pria tersebut impoten bila berhubungan dengan isterinya tetapi tidak demikian halnya jika ia berhubungan dengan wanita lain, keadaan seperti ini tidak jarang mendorongnya untuk melakukan penyelewengan seksual dengan wanita lain.

Read more

Dampak Negatif Masturbasi

Masturbasi adalah stimulasi sendiri genital untuk mencari kenikmatan. Sebuah fenomena umum dan sering didiskusikan di mana-mana. Pelakunya pun tidak terbatas pada jenis kelamin, usia maupun latar belakang sosial-ekonomi.



Memuaskan diri sendiri atau istilah kerennya masturbasi adalah konsumsi pribadi dan menjadi rahasia yang disimpan pelakunya. Benarkah masturbasi sepenuhnya aman dan normal? Oleh karena itu, ada baiknya Anda tahu sisi negatif akibat dari frekuensi masturbasi yang terlalu sering.





Dampak Biologis



Secara biologis, masturbasi kronik berdampak pada otak dan zat kimia tubuh. Mengapa demikian? karena masturbasi dapat memacu produksi hormon seks dan neurotransmitter. Tentu saja dampak produksi hormon seks yang berlebihan berbeda-beda pada setiap orang. Secara umum gejalanya meliputi kelelahan, nyeri pinggul, perubahan penglihatan, nyeri tulang belakang, nyeri testis, dan kerontokan rambut.



Penelitian menyatakan bahwa peningkatan produksi testosteron berkaitan dengan produksi Dihydrotestosterone (DHT) yang identik dengan pola kerontokan rambut pria. Namun begitu, hasil kajian tersebut masih menjadi perdebatan.



Setidaknya, jika gejala tersebut Anda rasakan, cobalah hentikan kebiasaan masturbasi selama beberapa bulan. Lihat apakah cara ini bisa meringankan gejala yang muncul akibat masturbasi berlebihan. Kalau gejala itu masih terasa, maka konsultasikan ke dokter dan cari bantuan medis.



Masturbasi kompulsif juga bisa berdampak negatif pada pelakunya. Masturbasi kompulsif terjadi saat pelaku sudah menyinggung kebiasaannya pada masalah kejiwaan. Pelaku masturbasi kompulsif memiliki kesulitan untuk keluar dari kebiasaan masturbasi.



Tak ada angka pasti bagaimanakah seseorang dapat dikategorikan melakukan masturbasi berlebihan. Gambarannya, seorang pria yang masturbasi enam kali sehari dan merasa diri lebih baik dan produktif, sedangkan pria lainnya justru merasakan dampak berbeda.



Masturbasi kompulsif bahkan bisa berdampak buruk pada pekerjaan, hubungan, harga diri, keuangan, dan dukungan sosialnya. Pelakunya juga bisa terseret masalah hukum jika ia tidak mampu menemukan keseimbangan antara bertanggung jawab terhadap hidupnya dan memuaskan kesenangan atau hasratnya.



Dampak Psikosomatis



Dampak psikologis sebagian pelaku masturbasi biasanya berupa rasa malu dan berdosa. Budaya, agama, ataupun moralitas adalah batasan seseorang saat menyinggung urusan seks. Masih terdapat perdebatan antara kepuasan yang dihasilkan versus apa dampak yang dirasakan pada rasa percaya diri, harga diri, dan cinta diri.



Dampak psikosomatis juga bisa terjadi jika gejala-gejala fisik muncul karena faktor-faktor psikis (malu, berdosa, cemas, dan sebagainya) yang bermanifestasi menjadi rasa sakit kepala, nyeri tulang belakang, nyeri kronik, dan sebagainya.





(source: okezone.com)

Read more

Perbedaan Orgasme Asli dan Palsu | Ciri Wanita Orgasme

Orgasme wanita selalu jadi bahan perbincangan dan penelitian yang tiada habisnya. Pada dasarnya sifat wanita banyak yang tidak seekspresif pria, sehingga terkadang membuatnya terjebak tak bisa menikmati seks. Beberapa kasus yang terjadi adalah wanita kemudian ber-pura-pura orgasme untuk menyenangkan pasangannya.



Jalan seorang wanita untuk mencapai puncak surga dunia tersebut umumnya memang lebih lama dibanding pria, sehingga tidak jarang mereka menghentikan hasratnya di tengah jalan dan mengaku sudah orgasme demi pasangannya. Hampir 2/3 wanita sering mengaku pura-pura orgasme, padahal pura-pura orgasme justru memberikan efek negatif pada kesehatan psikisnya.



Lalu bagaimana cara membedakan orgasme asli dan palsu dari wanita?



Seksolog Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, mengatakan,"Orgasme itu tidak bisa dibuat-buat, bodoh jika ada wanita yang pura-pura orgasme."



Begitu pula pria, menurut Prof Wimpie, seharusnya bisa merasakan mana yang orgasme palsu dan asli. Kunci utama untuk mengetahui orgasme yang benar-benar terjadi adalah adanya kontraksi (denyutan yang mengeras) di vagina dan otot-otot ritmik.



"Kontraksi ini tidak bisa dibuat-buat, geraknya spontan dan sangat bisa dirasakan pria," jelas dokter yang mendapatkan gelar seksolog dari University of Washington, Amerika Serikat tersebut.



Menurut Prof Wimpie, biasanya si wanita melakukan gerakan-gerakan agar terlihat seperti orgasme tapi itu bukan gerakan akibat kontraksi. Hal lain yang biasa dilakukan adalah berpura-pura menjerit agar terlihat seperti orgasme.



Penulis seksologi Secrets For Creating Maximum Sexual Experience, Lina Tiwa menjelaskan faktor yang membedakan antara orgasme nyata dan orgasme palsu.



1. Anda harus curiga jika setelah melakukan seks, ia (wanita) tetap memiliki energi dan langsung memakai pakaiannya. Orgasme yang nyata sangat melelahkan, seharusnya dia berbaring, terengah-engah atau hanya lelah selama beberapa menit.



2. Ketika seorang wanita merasakan sensasi yang sangat luar biasa pada saat orgasme, ia akan melengkungkan badannya, suaranya mengerang dan mengeluarkan desahan yang sangat menggoda.



3. Putingnya akan mengeras (95% puting perempuan mengeras saat orgasme). Dada, wajah dan payudara akan memerah. Terasa kontraksi di vaginanya, paha akan bergetar, tubuhnya akan memanjang tak terkendali dan akan mengeras tanpa sadar selama orgasme.





Mengapa wanita susah mencapai orgasme?



Prof Wimpie mengatakan jika wanita tidak mencapai orgasme maka kesalahannya tidak hanya di pihak wanita, bisa jadi karena suaminya sulit ereksi.





Bagaimana agar wanita mencapai orgasme?



Masalah orgasme wanita sangat mudah diselesaikan dengan melakukan komunikasi yang baik dengan pasangannya.



"Hampir semua pasien saya yang mengalami masalah seperti ini akhirnya bisa terselesaikan, kecuali masalahnya ada di pria," kata Prof Wimpie.



Wanita yang tidak mencapai orgasme menurutnya ada yang berpengaruh negatif ke psikisnya seperti menjadi sering marah, pemurung atau susah tidur.(source: detikhealth).

Read more

Tips Melenturkan Kekakuan Tangan Pada Pasien Stroke



Studi membuktikan bahwa 90% pasien stroke mengalami kekakuan gerak pada tangannya dan 90% tidak mengetahui harus diapakan, kemana dan pada siapa mengatasi permasalahan tersebut. Istilah kekakuan gerak pada stroke disebut Spastisitas. Tanda-tandanya tangan tidak bisa diangkat hingga lurus diatas kepala, siku menekuk ke arah dada, pergelangan tangan menekuk, dan jari-jari menggenggam.



Hal-hal yang memprovokasi meningkatnya kekakuan antara lain immobilitas sendi, gerak yg tidak tepat (terlalu ngotot, arah salah, terlalu cepat, durasi dan frekuensi yg tidak tepat), emosional berlebih (marah, terlalu takut, dan sedih), cuaca (terlalu dingin), nyeri dan lain sebagainya.



Proses recovery spastisitas membutuhkan waktu yang relatif lama. Kesabaran dan keuletan yang tinggi dalam menjalani proses penyembuhan adalah salah satu kuncinya. Proses recovery stroke dikenal dengan istilah plastisitas stroke.



Lalu siapa yang bisa menangani spastisitas ini?



Jawabnya adalah team work, yaitu penderita itu sendiri, keluarga, dokter, fisioterapis, okupasi terapis, dan accupuncture and so on.



Tips untuk pasien dan keluarga:



1. Rubahlah mindset segera. percayalah hanya dengan latihan anda akan sembuh, kesembuhan tidak datang dengan sendirinya tapi harus melalui usaha. Bersemangatlah.



2. Pengaturan kondisi saat tidur (AC jangan terlalu dingin, gunakan ranjang yang bisa untuk meluruskan punggung, tangan jangan ditekuk (tangan lurus disamping badan dan diganjal bantal sehingga tangan rata dengan badan, apabila tidur miring maka tangan juga harus diganjal dengan guling).



3. Sesegera mungkin melakukan terapi di klinik spesialis stroke dan neuro rehabilitasi



4. Terapilah diklinik yg tepat. Ketepatan adalah utama karena proses recovery tidak terjadi secara alami tapi karena gerak yang selektif dan benar.



5. Selektif dan kritislah terhadap terapis, pilih yang bisa diajak berkomunikasi dengan baik dan bisa menjawab pertanyaan anda tentangg hal-hal yang berkaitan dengan stroke. Ketrampilan terapis yang memadai dan menguasai permasalahan adalah salah satu faktor yang berpengaruh pada hasil yang didapat.



6. Mintalah home program. Terapis yang profesional akan memberi home program tanpa harus diminta, tetapi jika tidak diberi, anda boleh memintanya dan minta keterangan durasi dan frekuensinya. Dosis yang tepat akan berpengaruh terhadap hasil.



7. Jangan berhenti latihan, anggaplah latihan sebagai kebutuhan seperti layaknya makan dan olah raga.



Ingat ecovery spastisitas pada stroke dapat terjadi karena latihan dan dilakukan oleh team work. Semoga bermanfaat.



(source: Mandiri Center dan Group Mandiri Peduli Stroke, Jakarta)

Read more

Tips Melangsingkan Tubuh dari India

Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat India telah menggunakan sistem kesehatan dan penyembuhan tradisional yang disebut Ayurveda. Menurut Dr. Swami Shankardev Saraswati, salah satu pakar yoga dari Mangrove Mountain, New South Wales, Ayurveda adalah sistem pengobatan yang memahami, bahwa tubuh tiap orang itu unik dan butuh perlakuan khusus.



Ayurveda membedakan kekuatan utama hidup (tubuh-pikiran-jiwa) dalam tiga jenis atau dosha: yaitu Vata (udara), Kapha (air), dan Pitta (api). Mengetahui dosha adalah tahap terpenting untuk membantu Anda memilih makanan terbaik sesuai terapi Anda.



Pitta

Bentuk badan sedang, tubuh mudah gemuk, wajah berbentuk hati, kulit berminyak dan berwarna semu merah. Rambut lembut, lurus, mudah diatur, dan berminyak. Selera makan tinggi dan pola tidur baik.



Pola Diet dan Terapi Self Healing:

Konsumsi makanan segar, seperti buah mentah dan manis, termasuk beri, ceri, plum, sayur-sayuran hijau, sayur-sayuran pahit atau manis (seperti asparagus, brokoli, kacang polong, seledri, dan mentimun), padi-padian segar, gandum, beras putih, kue beras, roti, pasta, white meat, produk-produk susu, putih telur, sirup maple, gula, rempah-rempah (seperti ketumbar, jintan, pala, dan mint).



Kurangi buah-buahan asam, bawang, bawang bombay, bawang putih, rempah-rempah pedas, tomat, terung, gula bit, kuning telur, daging merah, kacang-kacangan, cokelat, kopi, teh, dan red wine.



Kunci Sukses Diet:

Jangan lewatkan jam makan tiga kali sehari atau dengan jangka waktu teratur, dengan nutrisi lengkap, ada karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.



Tips Gaya Hidup:

Pitta cenderung hangat dan bersemangat. Sering-seringlah melakukan aktivitas yang dapat membuat Anda merasa senang. Peliharalah ketenangan dengan berendam dalam air hangat atau berenang. Hindari terpapar matahari terlalu lama.



Vata

Bentuk badan kurus, berat badan sulit naik, wajah lonjong, mata kecil, kulit kering. Rambut kering, keriting, dan kasar. Moody, pola tidur tak menentu, dan sulit tidur nyenyak.



Pola Diet dan Terapi Self Healing:

Perbanyak makanan kaya protein dan mineral, seperti pisang, alpukat, plum, aprikot, sayuran yang direbus tidak terlalu lama, kacang merah, kacang tanah, kedelai, susu kedelai, tahu, telur setengah matang, white meat (ikan, ayam), daging sapi, dan daging kambing.



Kunci Sukses Diet:

Makanlah lebih sering dengan porsi kecil setiap hari. Usahakan makan di tempat yang bersuasana tenang.



Tips Gaya Hidup:

Vata cenderung membuang terlalu banyak energi. Hilangkan kebiasaan itu dengan melakukan kegiatan rutin. Pastikan Anda menyisakan waktu untuk santai dan perkaya diri Anda dengan makan bergizi dan manjakan diri dengan pijat.



Kapha

Bentuk badan gemuk, berat badan cepat naik, wajah bulat, kulit pucat, rambut tebal, mengilat, bergelombang, berminyak, hobi ngemil, dan tukang tidur.



Pola Diet dan Terapi Self Healing:

Perbanyak konsumsi pilihan buah, seperti stroberi, apel, pir, ceri, buah-buahan yang dikeringkan (prem, aprikot, dan pir). Serta salad dan aneka sayuran, termasuk sayur-sayuran pahit dan beraroma tajam (seperti lobak dan bawang, wortel, jagung, dedaunan hijau), padi-padian yang zat besinya tinggi (seperti jagung, oat, gandum, ikan dan daging putih, kacang merah), buncis yang dikeringkan (seperti kacang polong), produk-produk dari kedelai dalam jumlah yang tidak berlebihan, makanan pedas.



Kurangi makanandan minuman dingin, buah-buahan terlalu masam dan terlalu manis, akar-akaran, produk-produk susu, kacang-kacangan dan biji-bijian, makanan berat dan kaya lemak, minyak, mentega, garam, gula, dan pemanis buatan.



Kunci Sukses Diet:

Untuk menu sarapan dan makan malam, pilih yang ringan, sedangkan makan siang boleh makanan berat.



Tips Gaya Hidup:

Kappa cenderung kaku dan menyimpan terlalu banyak energi. Sering-seringlah bergerak. Sehingga energi Anda tidak menumpuk menjadi lemak. (female.kompas.com)

Read more

Hubungan Stroke dengan Depresi

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) Dr Suryo Dharmono mengatakan, depresi, penyakit jantung akibat penyempitan pembuluh darah, dan stroke saling terkait dan berhubungan timbal balik.



Dalam seminar tentang relasi antara depresi, penyakit jantung, dan stroke, di Jakarta, Dr Suryo Dharmono menjelaskan bahwa kombinasi depresi dan penyakit jantung berupa penyempitan pembuluh darah atau pada stroke dapat meningkatkan angka kematian.



"Berbagai studi tentang depresi pada pasien penyakit jantung menunjukkan angka prevalensi yang cukup tinggi, yakni 18-60%. Studi-studi epidemiologis juga menunjukkan peningkatan angka mortalitas pasien penyakit jantung akibat menderita pula depresi," katanya.



Sementara itu depresi yang dialami oleh pasien stroke juga berpeluang cukup tinggi untuk meningkatkan angka mortalitas.



"Depresi pada pasien stroke menunjukkan prevalensi sekitar 27-45%. Pada penderita stroke, depresi akan memperlambat proses penyembuhan, memperberat gejala fisik, mengganggu rehabilitasi, dan meningkatkan angka kematian," kata Suryo.



Depresi adalah penyakit serius yang diderita oleh jutaan orang dengan berbagai macam gejala. Depresi dapat menyebabkan seseorang merasa bersalah tanpa alasan yang jelas.



Depresi dapat menjadikan seseorang merasa tidak berguna, meskipun telah melakukan apa saja yang menurutnya adalah yang terbaik, tambah Suryo.



"Depresi dapat menyebabkan seseorang tidak berminat terhadap hal-hal yang sebelumnya amat dia sukai. Selain itu depresi membuat energi terkuras, sehingga lekas merasa letih dan lelah," ujarnya.



Sementara itu penyakit jantung akibat penyempitan pembuluh darah koroner menghambat aliran darah kaya oksigen ke otot jantung.



Penyakit jantung ini disebut pula dengan penyakit jantung iskemik, dan gejala yang paling sering tampil adalah nyeri di bagian dada (disebut dengan istilah angina).



Faktor-faktor resiko yang kerap memunculkan penyakit jantung iskemik antara lain umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok, diabetes, riwayat keluarga penyakit jantung prematur, dan hipertensi.



"Di sisi lain stroke adalah penyakit pembuluh darah otak yang ditandai dengan kematian jaringan otak yang terjadi akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak," kata Suryo yang menjadi staf pengajar bagian psikiatri di FK-UI sejak 1999.



Stroke bisa dipicu oleh berbagai penyakit antara lain hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan berbagai keadaan seperti usia yang lanjut, obesitas, merokok, suku bangsa (negro/Spanyol), jenis kelamin (laki-laki), dan kebiasaan kurang berolahraga.



"Penanganan yang komprehensif terhadap penderita penyakit jantung iskemik dan stroke sangat perlu untuk memberikan perhatian pada pengelolaan depresi. Pengelolaan yang benar terhadap depresi merupakan faktor yang penting untuk tercapainya pemulihan yang optimal," kata dia.



Ia melanjutkan, "Seyogyanya pengelolaan depresi dan pemulihan pasien dan penyakit jantung dan stroke melibatkan tim terpadu interdisipliner, yang terdiri atas dokter ahli penyakit jantung, penyakit syaraf, psikiater, rehabilitasi medik, psikolog, dan pekerja sosial."

Read more

Stroke Bisa Lebih Baik

Stroke memang membawa dampak negatif yang cukup besar bagi penderita dan keluarganya. Seperti tsunami...stroke meluluhlantakkan semua yang sudah ditata rapi. Namun demikian jangan beranggapan bahwa Stroke is the end of the world....percayalah, masih ada secercah harapan bagi mereka untuk bisa menjadi lebih baik.

Stroke bisa lebih baik jika:1. Mendapat penanganan medis secara cepat,2. Mendapat terapi (Dokter, Psikolog, Ahli gizi, Fisioterapi, Okupasi terapi, Terapi wicara, dll) scr intensif,3. Area kerusakan otak tidak luas,4. Semangat berlatih dirumah,5. Memiliki motivasi untuk mandiri (sembuh).Beberapa penderita stroke memang mengalami perkembangan yang lambat sehingga menjadi 'beban' dalam keluarga. Namun tidak sedikit penderita yang beruntung mampu mencapai tahap mandiri, masih produktif dalam bisnis dan usahanya.Oleh karena itu, bagi mereka:
penderita stroke JANGAN MENYERAH,
keluarga TERUS MEMBERIKAN SEMANGAT dan jadilah PENDUKUNG YANG BAIK
terapis JADILAH LENTERANYA...
selalu ikhlas memberi pencerahan dan arah yang tepat agar Penderita Stroke bisa Lebih Baik

Read more

Anak dengan Kesulitan Belajar Bukan Anak Bodoh

Membaca artikel dari blog Lina@happyfamily yang berjudul Be Careful on Labeling Your Child menginspirasiku untuk melakukan hal yang sama. Hanya saja targetnya agak berbeda, apabila Lina menulis tentang peringatan dan saran kepada para orang tua agar jangan sekali-kali mencap anak kita maupun anak orang lain dengan sebutan anak nakal (secara umum) apabila anak melakukan atau menunjukkan perilaku yang inappropriate. Maka aku akan menulis tentang Anak dengan Kesulitan Belajar yang sering kali di cap sebagai anak bodoh.

Si Bejo sudah duduk di kelas 4 SD, but why?, dibanding dengan teman-teman sekelasnya dia belum lancar membaca? Bahkan untuk membedakan antar huruf B dan D saja tidak bisa. Keluhan yang dialami Bejo ini mungkin saja bisa terjadi pada anak anda. Hati-hati, jangan pernah memberikan label “anak bodoh” jika memang buah hati anda tertinggal dalam pelajaran sekolah. Bila demikian, bukan tidak mungkin anak Anda mengalami kesulitan belajar atau Learning Disability (LD).Kesulitan belajar merupakan hambatan atau gangguan belajar pada anak atau remaja yang ditandai adanya kesenjangan yang siginifikan antara taraf intelegensi dan kemampuan akademik yang seharusnya dicapai. Penyebabnya adalah gangguan di dalam sisitem syaraf pusat otak (gangguan neurobiologis) sehingga menimbulkan gangguan perkembangan seperti perkembangan membaca (disleksia), menulis (disgrhafia), pemahaman, dan berhitung (diskalkulia).Jadi, apakah anak yang mengalami kesulitan belajar atau LD berarti kecerdasannya kurang? Tidak. “paling tidak kecerdasan mereka normal. Anak yang kecerdasannya kurang biasanya diberbagai aspek dia memang kurang. Sedangkan pada kasus LD, dia hanya kurang atau lemah di salah satu aspek sedangkan aspek lainnya bagus. Namun jika tidak ditangani dengan benar, kesulitan belajar atau LD akan menimbulkan berbagai bentuk gangguan emosional (psikiatrik) yang akan berdampak buruk bagi perkembangan kualitas hidupnya di masa mendatang.Anak yang mengalami LD bukan berarti nantinya tidak bisa menoreh prestasi. Ambil saja contoh Tom Cruise, aktor papan atas Hollywood ini mungkin lemah membaca tetapi pemahaman aktingnya bagus dan terbukti bisa menjadi aktor yang hebat. Albert Einstein, john F Kennedy, Mozart, John Lenon, Cher, Slama Hayek, Keira knightley dan Tom Cruise adalah beberapa public figure lainnya yang mengalami disleksia.Beberapa saran yang bisa dilakukan oleh orang tua yang anaknya mengalami salah satu gangguan Learning Disability.Bawa ke Psikolog. Psikolog-lah yang mnentukan si anak menderita LD atau idak. Karena bisa jadi metode belajarlah yang jadi penyebab. Semisal, anak selalu dimarahi saat belajar sehingga dia jadi malas belajar memabaca dan menulis.Belajar menyenangkan. Melalui cara belajar yang menyenangkan, sedikit demi sedikit anak akan bisa. Turunkan juga target belajarnya agar anak tak terlalu stress.Beri dorongan. Jangan sampe si anak merasa rendah diri. Artinya, jangan sampe ketidakmampuannya dalam membaca atau menulis diumbar ke orang lain. Beri dorongan supaya dia bisa dan mau belajar.Terapi bersama. Pemberian terapi okupasi dapat dilakukan bila orang tua maupun guru pengajar mulai merasa kesulitan untuk memberikan penanganan bagi anak yang mengalami LD. Diperlukan kerjasama antara okupasi terapis, orang tua dan guru.Tak perlu kelas khusus. Anak LD tidak harus masuk kelas khusus apalagi SLB, kerena kemampan mereka relative sama dengan anak-anak yang lain. Kalau memungkinkan mereka tetap berada di kelas dengan teman-teman mereka, tetapi pendekatannya lebih special. Semisal, jika kesulitan membaca sebaiknya dibacaka secara lisan, atau ada teman yang membantu. Jika ditempatkan di sekolah khusus, kemampuan-kemampuan lainnya justru akan menjadi tidak berkembang.Kemampuan lain. Dorong dan kembangkan kemampuan anak yang menonjol di bidang lain. Jangan sampai gara-gara tidak bisa baca masa depan anak jadi hancur total.

Read more

10 Tips Mencegah Flu dan Masuk Angin

10 Tips Mencegah Flu dan Masuk Angin. Akibat pemanasan global, perubahan cuaca menjadi sulit untuk diramalkan dan seringkali diikuti dengan 'musim masuk angin' dan juga batuk pilek. Apalagi seperti sekarang ini yang sudah mulai masuk ke musim hujan. Apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah agar tidak terkena atau tertular flu?

10 Tips Mencegah Flu dan Masuk Angin Berikut ini sepuluh tips untuk mencegah terserang flu dan masuk angin:1. Rajin mencuci tangan untuk mencegah berkumpul dan tersebarnya kuman penyakit.2. Minum air putih sedikitnya 8 gelas dalam sehari, agar seluruh sistem dan daya tahan tubuh berjalan dengan baik.3. Berpakaian hangat. Cepat berganti pakaian bila kehujanan.4. Banyak mengkonsumsi makanan dan memberi energi secara teratur.5. Jangan menghisap ingus kembali, tetapi buang saja, agar tubuh bersih dari berbagai toksin/ racun.6. Perbanyak makan sayur dan buah-buahan.7. Minum vitamin C untuk memperkuat kekebalan tubuh terhadap penyakit.8. Kurangi kontak secara langsung dengan penderita flu/ batuk pilek.9. Beristirahat cukup.10. Minum susu. Sebuah penelitian di University of South Australia menemukan bahwa asupan colostrum (susu yang diproduksi oleh mamalia segera setelah melahirkan) setiap hari dapat mengurangi resiko terserang flu hingga 30%. Susu dapat meningkatkan kadar antibodi dalam air liur manusia, serta melindungi tubuh dari serangan penyakit.Semoga bermanfaat.....

Read more

Yogurt Hentikan Diare Pada Anak

Yogurt Hentikan Diare Anak. Yogurt merupakan produk probiotik yang memang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan dapat digunakan sebagai makanan pengganti pada balita yang alergi terhadap susu sapi. Namun ternyata Yogurt memiliki manfaat lain, yaitu dapat menyembuhkan serangan diare pada anak.

Yogurt Hentikan Diare pada Anak Sebuah studi di Jerman (2008) menyebutkan bahwa terapi probiotik sebaiknya dilakukan sedini mungkin pada bayi dan balita yang mengalami diare. Karena apabila tidak segera ditangani, diare pada anak memang bisa menyebabkan kematian. Para peneliti secara spesifik mengevaluasi makanan probiotik E. Coli Nissle 1917 atau EcN yang terlisensi Eropa untik mengatasi penyakit yang berkenaan dengan usus.Di dalam usus besar tinggal sekitar 500 jenis mikroba dengan 100 triliun bakteri terkandung di dalamnya. Ada jenis bakteri yang 'jahat', E coli misalnya (dapat menimbulkan diare), dan ada jenis bakteri yang 'baik', seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria yang menyehatkan bagi tubuh kita.Kedua jenis bakteri yang 'bersahabat' dengan manusia ini, sering digunakan sebagai kandungan probiotik atau suplemen bakteri hidup, misalnya yogurt, kefir, dan susu asam.Sebanyak 151 bayi dan balita yang mengikuti survei di Jerman sembuh lebih cepat berkat EcN sebagai bagian dari pengobatan diarenya, dibandingkan dengan hanya melakukan perawatan obat pada umumnya. Rata-rata anak yang tidak menerima probiotik baru akan sembuh 3-4 hari lebih lama. Studi ini dipublikasikan pada Pediatric Infectious Journal edisi Juni 2009.Sebelum ini juga telah dilakukan beberapa penelitian mengenai hubungan antara probiotik dengan diare. Dan hasilnya menunjukkan bahwa kondisi diare pada anak dapat ditangani lebih efektif tanpa mengeluarkan biaya mahal apabila probiotik dijadikan perawatan utama, dan bukannya pengobatan antibiotik.Anda bisa berkonsultasi dengan dokter, berapa banyak asupan probiotik yang berfungsi menyembuhkan diare pada anak.

Read more

Stress, Memacu Prestasi

Orang-orang beranggapan bahwa stress selalu berkonotasi buruk. Namun siapa sangka, kondisi tertekan justru bisa memacu seseorang untuk semakin berprestasi asalkan kita mampu mengelola stressor (pemicu stress).

Kondisi di bawah tekanan atau stress sering muncul dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Stress terbentuk sebagai hasil aku ulasi dari respon psikologis dan emosional. Jika masalah tak terselesaikan maka seseorang rentan mengalami depresi.Pemicu stress muncul hanya dalam momen-momen tertentu ( situasional). Sedih bisa membuat frustasi, tapi jangan sampai berlarut-larut. Kondisi tertekan dapat disiasati jika kita memiliki kemampuan mengelola stresor. Kemampuan tersebut berkaitan erat dengan proses kognitif (pola pikir) seseorang terhadap masalah yang muncul.Stress dapat timbul ketika seseorang dalam kondisi mengejar suatu tujuan, misalnya saat mengerjakan ujian, dalam pertandingan, memenuhi deadline pekerjaan dan usaha kompetitif lainnya. Dalam kasusu seperti ini, stress dapat bersifat positif atau disebut juga eustress. Kondisi ini bisa memacu seseorang nuntuk lebih fokus dan bersemangat untuk meraih apa yang dituju.Situasi atau kondisi yang tidak menguntungkan hendaknya jangan selalu dianggap sebagai masalah dan jangan ditanggapi dengan kondisi distress ( negatif). Hal ini bisa menurunkan kualitas hidup. Gunakan cara-cara positif untuk menikmati dan menghadapi suatu masalah. Sekali lagi peran proses kognitif sangat vital dalam menentukan apakah kondisi stres yang timbul akan menjadi eustres atau distres.Untuk mengubah distres menjadi eustres, seseorang harus mampu melihat suatu permasalahan yang muncul dari berbagai sudut pandang, maksudnya adalah tidak hanya mengelola masalah melalui pola pikir yang sama. Proses kognitif (berpikir dan bertindak) megacu pada latar belakang, usia, pengalaman, cara pandang dan pola pikir seseorang dalam menghadapi masalah.Intinya adalah kreatif dalam mengelola sumber stressor dan mencari sisi positif suatu masalah, bisa membalikkan keadaan dari menyedihkan menjadi menyenangkan. Bisa juga membantu mengubah setiap rintangan menjadi tantangan. Dengan kreatif setiap kali menghadapi masalah seseorang akan mampu meraih hidup yang berkualitas.Pengenalan anak-anak dengan stressor harus dimulai sejak dini. Mereka perlu merasakan bagaimana itu rasa kecewa, putus asa, atau krisis. Stressor mutlak diperlukan dalam membangun dan memperkuat benteng pertahanan jiwa. Dengan jiwa yang kokoh, seseorang tak akan mudah terguncang atau yang lebih parah lagi menjadi sakit jiwa. Makin kokoh ketahanan jiwa yang terbentuk semasa kecil, makin sehat jiwanya di kemudian hariMacam-macam StressorAda empat macam stressor, yaitu : tekanan, konflik, frustasi dan krisis. Tak semua orang bisa tahan terhadap stresor. Mereka yang dididik dengan benar dan lengkap melalui latihan menghadapi stressor, umumnya akan lebih tahan dalam menghadapi stres sepanjang hidupnya. Orang yang diberondong stressor belum tentu mudah terkena stres. Stres terjadi bila jiwa gagal beradaptasi dengan kondisi dibawah tekanan.Di sekolah-sekolah elite negara maju, para siswa diberi agenda tersendiri dengan wisata outbound di alam terbuka (rata-rata siswa tersebut hidup berkecukupan, apapun tersedia, pingin sesuatu langsung dikasih - mereka hampir tidak pernah memiliki stressor). Wisata outbound tersebut memang mempunyai tujuan, misalnya saja saat acara camping di tengah hutan dengan membawa bekal seadanya. Kondisi itu memang sengaja dibuat sangat berbeda dengan keseharian mereka yang serba berkecukupan. Dalam outbound tersebut, stressor memang sengaja diciptakan untuk melatih pertahanan jiwa. Tekanan, krisis, ataupun konflik yang timbul saat outbound akan menjadi vaksin bagi jiwa.

Read more

Autism dan Masa Depan

Let me start by asking DO YOU HAVE A CHILD WITH AUTISM? I hope that you don't, I thought Autism speaks is suppose to help parents not put them down. Yup, mendiskusikan tentang autis dengan para orang tua tujuannya adalah untuk menemukan solusi yang tepat, bukan untuk membuat mereka semakin down, tidak menerima dan putus asa.

Peningkatan penderita autis di Indonesia patut mendapatkan perhatian khusus dari semua elemen masyarakat. Data terakhir yang dirilis pada Expo Peduli Autisme 2008 lalu mengatakan, jumlah penderita autis di Indonesia di tahun 2004 tercatat sebanyak 475 ribu penderita dan sekarang diperkirakan setiap 1 dari 150 anak yang lahir, menderita autisme.Menurut Power (1989), karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang interaksi sosial, komunikasi (bahasa dan bicara), perilaku serta emosi dan pola bermain, gangguan sensoris, dan perkembangan terlambat atau tidak normal. Gejala ini mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil, biasanya sebelum anak berusia 3 tahun.Secara lebih jelas dapat dituliskan sifat-sifat yang kerap ditemukan pada anak autis. Diantaranya adalah sulit bergabung dengan anak-anak yang lain, tertawa atau cekikikan tidak pada tempatnya, menghindari kontak mata atau hanya sedikit melakukan kontak mata, menunjukkan ketidakpekaan terhadap nyeri, lebih senang menyendiri, menarik diri dari pergaulan, tidka membentuk hubungan pribadi yang terbuka, memutar benda, terpaku pada benda tertentu, sangat tergantung kepada benda yang sudah dikenalnya dengan baik, memiliki fisik terlalu aktif atau sama sekali kurang aktif, dan sebagainya.Secara khusus, autisme bisa diketahui jika ditemukan 6 atau lebih dari 12 gejala yang mengacu pada 3 bidang utama gangguan, yaitu Interaksi Sosial, Komunikasi, serta Perilaku. Referensi baku yang digunakan secara umum dalam mengenali jenis-jenis gangguan perkembangan pada anak penderita autis, yang termasuk dalam ICD (International Classification of Diseases) revisi ke-10 tahun 1993, dan DSM (Diagnostic And Statistical Manual) Revisi IV tahun 1994 yang kedua isinya sama.Ketua Yayasan Autisme Indonesia (YAI) dr. Melly Budhiman mengatakan, di antara penyebabnya adalah faktor gaya hidup, polusi udara, narkotika, makanan yang tercemar limbah, misalnya ikan laut, dan sayuran yang masih mengandung pestisida.Hasil penelitian terbaru menitikberatkan pada kelainan biologis dan neurologis di otak, termasuk ketidakseimbangan biokimia, faktor genetik dan gangguan kekebalan.Meski memiliki gangguan dalam perkembangan otak serta pergaulan, bukan berarti penderita Autis mutlak tidak memiliki masa depan. Kesempatan untuk sembuh total dan memperoleh pendidikan yang sama, selalu dimiliki oleh penderita autis.Namun semua itu memerlukan suatu usaha keras, proses yang panjang, serta kepedulian dari keluarga maupun orang-orang disekitarnya.Berikut beberapa sekolah yang menerima siswa autis di Jakarta dan Bogor :1. SDN Bendungan Hilir Pagi, Jakarta Pusat2. SDN Johar Baru 29 Pagi, Jakarta Pusat3. SDN Cempaka Putih Barat 16 Pagi, Jakarta Pusat4. SDN Pluit 06 Petang, Jakarta Utara5. Sekolah Al Fath, Jakarta Timur6. Sekolah Cikal, Jakarta Selatan7. High Scope, Jakarta Selatan8. Sekolah Mutiara Indonesia, Jakarta Selatan9. Sekolah Global Jaya, Bintaro, Tangerang10. SD Madania Parung, BogorDi beberapa daerah lain memang sudah ada sekolah umum yang membuka kelas untuk anak berkebutuhan khusus, semacam autism ini. Semoga kedepannya semakin banyak sekolah-sekolah yang mau menerima anak-anak autism dan sejenisnya.

Read more