Pages

Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Inilah Jejaring Sosial Buatan Indonesia Calon Pengganti Facebook



Hitungan hari kehari makin marak saja jejaring sosial dari luar negeri membanjiri dunia maya, khususnya masyarakat Indonesia yang menjadi pasar terbesar sebagai predikat pengguna jejaring sosial.

Sebuah kabar yang baik ketika masyarakat Indonesia sudah mulai mengenal dunia maya, bahkan dari desa maupun perkotaan sudah menggunakannya, tetapi kalau hanya sebagai konsumen terbesar tentunya akan menjadi ironis, sebab sebagai bangsa yang besar tidak seharusnya hanya sebagai obyek belaka, tetapi mampu berperan aktif juga sebagai subyek perubahan.

Lahirnya jejaring sosial buatan Indonesia merupakan sesuatu yang di nantikan untuk mampu menunjukkan eksistensi diri, walau tentunya masih banyak kekurangan apabila dibanding sekelas facebook, twitter dan sejenisnya yang sudah punya nama besar di kancah dunia maya, tetapi hadirnya beberapa jejaring sosial Indonesia paling tidak mampu memberi warna dan mampu menunjukkan bahwa anak bangsa juga dapat membuat jejaring sosial walaupun masih banyak kekurangan di sana-sini.

Hadirnya jejaring sosial Kiber merupakan salah satu warna perkembangan jejaring sosial Indonesia yang saat ini makin marak saja, tetapi team kami sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan fitur maupun aplikasi didalamnya, sehingga saat ini terus berupaya membangun secara maksimal, agar kedepannya dapat lebih baik.

Keberadaan Jejaring sosial Kiber (www.kitaberbagi.com) merupakan buatan anak bangsa yang saat ini masih terus berproses untuk mengembangkan karya sebaik mungkin.

Tulisan singkat ini kami tutup dengan ucapan terima kasih banyak yang sudah bergabung di jejaring sosial buatan Indonesia.

http://www.jaringanmasyarakat.co.cc/2011/04/inilah-jejaring-sosial-buatan-indonesia.html

Read more

Suku-suku di Indonesia


Suku Aceh di NAD : Banda Aceh, Aceh Besar
Suku Alas di NAD : Aceh Tenggara
Suku Alordi NTT : Kabupaten Alor
Suku Ambon di Maluku : Kota Ambon
Suku Ampana, Sulawesi Tengah
Suku Anak Dalam (Anak Rimbo) di Jambi
Suku Aneuk Jamee di NAD : Aceh Selatan, Aceh Barat Daya
Suku Arab-Indonesia
Suku Aru di Maluku : Kepulauan Aru
Suku Asmat di Papua

Suku Bali di Bali terdiri :
Suku Bali Majapahit di sebagian besar Pulau Bali
Suku Bali Aga di Karangasem dan Kintamani
Suku Balantak di di Sulawesi Tengah
Suku Banggai di Sulawesi Tengah : Kabupaten Banggai Kepulauan
Suku Baduy di Banten
Suku Bajau di Kalimantan Timur
Suku Bangka di Bangka Belitung
Suku Banjar di Kalimantan Selatan
Suku Batak di Sumatera Utara terdiri :
Suku Karo Kabupaten Karo
Suku Mandailing di Mandailing Natal
Suku Angkola di Tapanuli Selatan
Suku Toba di Toba Samosir
Suku Pakpak di Pakpak Bharat
Suku Simalungun di Kabupaten Simalungun
Suku Batin di Jambi
Suku Bawean di Jawa Timur : Gresik
Suku Belitung di Bangka Belitung
Suku Bentong, Sulawesi Selatan
Suku Berau di Kalimantan Timur : Kabupaten Berau
Suku Betawi di Jakarta
Suku Bima NTB : Kota Bima
Suku Boti, Timor Tengah Selatan
Suku Bolang Mongondow di Sulawesi Utara : Kabupaten Bolaang Mongondow
Suku Bugis di Sulawesi Selatan
Orang Bugis Pagatan, di Kusan Hilir, Tanah Bumbu, Kalsel
Suku Bungku di Sulawesi Tengah : Kabupaten Morowali
Suku Buru di Maluku : Kabupaten Buru
Suku Buol di Sulawesi Tengah : Kabupaten Buol
Suku Buton di Sulawesi Tenggara : Kabupaten Buton dan Kota Bau-Bau
Suku Bonai di Riau : Kabupaten Rokan Hilir


Suku Damal di Mimika
Suku Dampeles, Sulawesi Tengah
Suku Dani, Lembah Baliem, Papua
Suku Dayak terdiri :
Suku Punan, Kalimantan Tengah
Suku Kanayatn di Kalimantan Barat
Suku Ibandi Kalimantan Barat
Suku Mualang di Kalimantan Barat : Sekadau, Sintang
Suku Bidayuh di Kalimantan Barat : Sanggau
Suku Mali di Kalimantan Barat
Suku Seberuang di Kalimantan Barat : Sintang
Suku Sekujam di Kalimantan Barat : Sintang
Suku Sekubang di Kalimantan Barat : Sintang
Suku Ketungau di Kalimantan Barat
Suku Desa di Kalimantan Barat
Suku Kantuk di Kalimantan Barat
Suku Ot Danum atau Dohoi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat
Suku Limbai di Kalimantan Barat
Suku Kebahan di Kalimantan Barat
Suku Pawan di Kalimantan Barat
Suku Tebidah di Kalimantan Barat
Suku Bakumpai di Kalimantan Selatan Barito Kuala
Orang Barangas di Kalimantan Selatan Barito Kuala
Suku Bukit di Kalimantan Selatan
Orang Dayak Pitap di Awayan, Balangan, Kalsel
Suku Dayak Hulu Banyu di Kalimantan Selatan
Suku Dayak Balangan di Kalimantan Selatan
Suku Dusun Deyah di Kalimantan Selatan : Tabalong
Suku Ngaju di Kalimantan Tengah : Kabupaten Kapuas
Suku Siang Murung di Kalimantan Tengah : Murung Raya
Suku Bara Dia di Kalimantan Tengah : Barito Selatan
Suku Ot Danum di Kalimantan Tengah
Suku Lawangan di Kalimantan Tengah
Suku Dayak Bawo di Kalimantan Tengah : Barito Selatan
Suku Tunjung, Kutai Barat, rumpun Ot Danum
Suku Benuaq, Kutai Barat, rumpun Ot Danum
Suku Bentian, Kutai Barat, rumpun Ot Danum
Suku Bukat, Kutai Barat
Suku Busang, Kutai Barat
Suku Ohong, Kutai Barat
Suku Kayan, Kutai Barat, rumpun Apo Kayan
Suku Bahau, Kutai Barat, rumpun Apo Kayan
Suku Penihing, Kutai Barat, rumpun Punan
Suku Punan, Kutai Barat, rumpun Punan
Suku Modang, Kutai Timur, rumpun Punan
Suku Basap, Bontang-Kutai Timur
Suku Ahe, Kabupaten Berau
Suku Tagol, Malinau, rumpun Murut
Suku Brusu, Malinau, rumpun Murut
Suku Kenyah, Malinau, rumpun Apo Kayan
Suku Lundayeh, Malinau
Suku Pasir di Kalimantan Timur : Kabupaten Pasir
Suku Dusun di Kalimantan Tengah
Suku Maanyan di Kalimantan Tengah : Barito Timur
Orang Maanyan Paju Sapuluh
Orang Maanyan Paju Epat
Orang Maanyan Dayu
Orang Maanyan Paku
Orang Maanyan Benua Lima Maanyan Paju Lima
Orang Dayak Warukin di Tanta, Tabalong, Kalsel
Suku Samihim, Pamukan Utara, Kotabaru, Kalsel
Suku Dompu NTB : Kabupaten Dompu
Suku Donggo, Bima
Suku Duri di Sulawesi Selatan

E
Suku Eropa-Indonesia (orang Indo atau peranakan Eropa-Indonesia)

F
Suku Flores di NTT : Flores Timur

G
Suku Gayo di NAD : Gayo Lues Aceh Tengah Bener Meriah
Suku Gorontalo di Gorontalo : Kota Gorontalo
Suku Gumai di Sumatera Selatan : Lahat
Suku Komering di Sumatera Selatan : Baturaja
Suku Semendo di Sumatera Selatan : Muara Enim
Suku Lintang di Sumatera Selatan : Lahat

I
Suku India-Indonesia

J
Suku Banten di Banten
Suku Cirebon di Jawa Barat : Kota Cirebon
Suku Jawa di Jawa Tengah, Jawa Timur
Suku Tengger di Jawa Timur
Suku Osing di Jawa Timur : Banyuwangi
Orang Samin di Jawa Tengah : Purwodadi
Suku Melayu Jambi di Jambi : Kota Jambi

K
Suku Kaili di Sulawesi Tengah : Kota Palu
Suku Kaur di Bengkulu : Kabupaten Kaur
Suku Kayu Agung di Sumatera Selatan
Suku Kerinci di Jambi : Kabupaten Kerinci
Suku Komering di Sumatera Selatan : Kabupaten Ogan Komering Ilir
Suku Konjo Pegunungan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
Suku Konjo Pesisir, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan
Suku Kubu di Jambi dan Sumatera Selatan
Suku Kulawi di Sulawesi Tengah
Suku Kutai di Kalimantan Timur : Kutai Kartanegara
Suku Kluet di NAD : Aceh Selatan
Suku Krui di Lampung

L
Suku Laut, Kepulauan Riau
Suku Lampung di Lampung
Suku Lematang di Sumatera Selatan
Suku Lembak, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu
Suku Lintang, Sumatera Selatan
Suku Lom, Bangka Belitung
Suku Lore, Sulawesi Tengah
Suku Lubu, daerah perbatasan antara Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat
Suku Karo Sumatera Utara

M
Suku Madura di Jawa Timur
Suku Makassar di Sulawesi Selatan : Kota Makassar
Suku Mamasa (Toraja Barat) di Sulawesi Barat : Kabupaten Mamasa
Suku Mandar Sulawesi Barat : Polewali Mandar
Suku Melayu
Suku Melayu Riau di Riau
Suku Melayu Tamiang di NAD : Aceh Tamiang
Suku Mentawai di Sumatera Barat : Kabupaten Kepulauan Mentawai
Suku Minahasa di Sulawesi Utara : Kabupaten Minahasa terdiri 9 subetnik :
Suku Babontehu
Suku Bantik
Suku Pasan Ratahan
Suku Ponosakan
Suku Tonsea
Suku Tontemboan
Suku Toulour
Suku Tonsawang
Suku Tombulu
Suku Minangkabau, Sumatera Barat
Suku Mori, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah
Suku Muko-Muko di Bengkulu : Kabupaten Mukomuko
Suku Muna di Sulawesi Tenggara : Kabupaten Muna

N
Suku Nias di Sumatera Utara : Kabupaten Nias, Nias Selatan

O
Suku Osing di Banyuwangi Jawa Timur
Suku Ogan di Sumatera Selatan

P
Suku Papua/Irian
Suku Asmat di Kabupaten Asmat
Suku Biak di Kabupaten Biak Numfor
Suku Dani, Lembah Baliem, Papua
Suku Ekagi, daerah Paniai, Abepura, Papua
Suku Amungme di Mimika
Suku Bauzi, Mamberamo hilir, Papua utara
Suku Arfak di Manokwari
Suku Kamoro di Mimika
Suku Palembang di Sumatera Selatan : Kota Palembang
Suku Pamona di Sulawesi Tengah : Kabupaten Poso
Suku Pasemah di Sumatera Selatan
Suku Pesisi di Sumatera Utara : Tapanuli Tengah
Suku Pasir di Kalimantan Timur : Kabupaten Pasir

R
Suku Rawa, Rokan Hilir, Riau
Suku Rejang di Bengkulu : Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Rejang Lebong
Suku Rote di NTT : Kabupaten Rote Ndao

S
Suku Saluan di Sulawesi Tengah
Suku Sambas (Melayu Sambas) di Kalimantan Barat : Kabupaten Sambas
Suku Sangir di Sulawesi Utara : Kepulauan Sangihe
Suku Sasak di NTB, Lombok
Suku Sekak Bangka
Suku Sekayu di Sumatera Selatan
Suku Semendo di Bengkulu
Suku Serawai di Bengkulu: Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Seluma
Suku Simeulue di NAD : Kabupaten Simeulue
Suku Sigulai di NAD : Kabupaten Simeulue bagian utara
Suku Sumbawa Di NTB : Kabupaten Sumbawa
Suku Sumba di NTT : Sumba Barat, Sumba Timur
Suku Sunda di Jawa Barat

T
Suku Talaud di Sulawesi Utara : Kepulauan Talaud
Suku Talang Mamak di Riau : Indragiri Hulu
Suku Tamiang di Aceh : Kabupaten Aceh Tamiang
Suku Tengger di Jawa Timur Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo lereng G. Bromo
Suku Ternate di Maluku Utara : Kota Ternate
Suku Tidore di Maluku Utara : Kota Tidore
Suku Timor di NTT, Kota Kupang
Suku Tionghoa-Indonesia
Orang Cina Parit di Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel
Suku Tojo di Sulawesi Tengah : Kabupaten Tojo Una-Una
Suku Toraja di Sulawesi Selatan : Tana Toraja
Suku Tolaki di Sulawesi Tenggara : Kendari
Suku Toli Toli di Sulawesi Tengah : Kabupaten Toli-Toli
Suku Tomini di Sulawesi Tengah : Kabupaten Parigi Moutong

U
Suku Una-una di Sulawesi Tengah : Kabupaten Tojo Una-Una

W
Suku Wolio di Sulawesi Tenggara: Buton

sumber: http://dunia-panas.blogspot.com/2010/03/inilah-macam-macam-suku-di-indonesia.html

Read more

Senthir, Komentar Terbanyak Facebook Indonesia

SamudraBiruCinta_Facebook hingga sampai detik ini masih menjadi fenomena di jagat situs jejaring sosial dunia. pada usianya yang ketujuh pada bulan februari tahun 2011 yang lalu jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg ini telah menorehkan sejarah baru; mengalahkan Raksasa Google.

Tak dapat dipungkiri popularitas Facebook melesat beberapa tahun terakhir ini. sebagian besar penduduk dunia memiliki akun Facebook. Bahkan Indonesia tercatat sebagai pengguna terbesar kedua di dunia setelah negara Amerika Serikat.

Di sebalik prestasi-prestasi facebook yang fenomenal banyak hal diluar itu yang telah terjadi. dari hasil browsing di dunia maya saya menemukan artikel-artikel mengenai catatan kecil tentang beberapa hal yang bagi saya unik seperti adanya; komentar status terbanyak di facebook, penggemar atau fans page terbanyak di facebook, game paling populer, pengembang alpikasi terbanyak di facebook, dan lain-lain. yang kesemuanya dari luar negeri, versi UDRB.org.

Lantas saya berfikir dan sebetulnya hendak protes pada UDRB.org yang memberitakan hal tersebut, mengapa tidak ada gambar yang paling banyak dikomentari? jika ada mungkin saja Indonesia masuk katagorinya sebagai ilustrasi saja, dari 7 pengguna Status yang paling banyak dikomentari kesemuanya dari Luar negeri, no 1 Eric Megabrov dengan 34.286 komentar, Fo FO 30.000 komentar, Barbie Baybie 27,803, Colton D'ambra 25.940, Anthony Ray 13.057 dll, tapi sayang tidak ada gambar yang paling banyak dikomentari.

Dari sebuah komunitas SENTHIR indonesia memecahkan rekor dua kali lebih banyak komentar yang ditelah dirilis UDRB. selanjutnya di sini gan



Sumber

Read more

Indonesia dalam 10 Besar Dunia

Inilah bukti bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang patut kita banggakan.

1. World Top Ten Countries With Largest Volcanic Islands

2. World Map showing top 10 Largest Island



NB : Australia tidak termasuk karena dia dianggap sebagai continent (benua)
3. Largest Mountains in the World

4. World Top Ten Countries With Largest Volcanic Islands

5. World Top Ten Largest Island Countries



Sumber : www.mapsofworld.com
6. The 10 most populous cities in the world

1. Tokyo-Yokohama, Japan - 33,200,000
2. New York, United States - 17,800,000
3. Sao Paulo, Brazil - 17,700,000
4. Seoul-Incheon, South Korea - 17,500,000
5. Mexico City, Mexico - 17,400,000
6. Osaka-Kobe-Kyoto, Japan - 16,425,000
7. Manila, Philippines - 14,750,000
8. Mumbai, India (formerly Bombay) - 14,350,000
9. Jakarta, Indonesia - 14,250,000
10. Lagos, Nigeria - 13,400,000
7. World's Best Cliffside Hotels
by Luxury Travel Magazine

" Experience spectacular views from these dramatic cliffside locations around the world, from Europe's famed Amalfi Coast and Cote d'Azur to the jagged coast of California and to the Far East and the beautiful island of Bali"

Bulgari Resort, Bali


LuxuryTravelMagazine.com, Christine Gray



Read more

Download Kamus Besar Bahasa Indonesia Gratis | Software Kamus Bahasa Indonesia

Kamus Indonesia
Software Kamus Besar Bahasa Indonesia


Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan tentu sangat bermanfaat bagi yang ingin mengetahui sebuah bahasa Indonesia baik dan benar. Karena, meskipun kita sendiri adalah orang Indonesia asli, kadang salah kita tidak mengetahui sebuah kata dalam arti Indonesia yang benar .


Jika sebelumnya anda harus terhubung ke webnya untuk menjalankannya. Kali ini anda bisa menjalankannya secara Offline, berkat jasa dari Programmer Steve Haryanto yang telah memodifikasinya.


Nah berikut Langkah-langkahnya :


1. Download StartDictnya ----> Klik
2. Download Databasenya ---> Klik

3. Instal terlebih dahulu program StartDictnya

4. Ekstrak Database yang anda download ke directory StartDictnya. Contoh : C:\Program Files\StarDict\dic

5. Jalankan Program StartDictnya

6. Kalau ingin cek databasenya sudah masuk atau belum.
Klik Icon Home pada pojok kanan atas - Manager Dict
Kamus Indonesia


7. Jika ada “Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi III (2001)” , di listnya maka database telah masuk.

Download Kamus Indonesia


Selamat Mencoba. Sekarang kamu bisa membuka kamus besar bahasa Indonesia langsung dari komputer atau laptop kamu. Salam Blogger

Read more

Hollywood Stop Edarkan Film ke Indonesia

film-hollywood

HOLLYWOOD Akan Stop Edarkan Film Ke Indonesia. Berita ini cukup mengejutkan para pecinta film hollywood, info beredar bahwa produksi film terbesar tersebut akan memberhentikan peradaran film nya ke indonesia, entah apa penyebabnya sampai harus stop mengedarkan produksi film mereka di indonesia.

Bisa di katakan dengan hal tersebut, berarti tidak akan ada lagi film-film hollywood beredar di bioskop-bioskop indonesia, nampaknya akan terasa hampa atau kurang asin seperti sayur kurang garam. Mungkin bagus jika kualitas film indonesia sudah terbilang bagus, namun nyata nya kualitas film dalam negeri kita masih saja terbelakang, yang hanya mampu mengumbar sensualitas dan seksualitas tanpa isi berbobot.

Juru Bicara 21 Cineplex Noorca Masardi mengatakan, ini beruhubung dengan penambahan bea masuk yang di bebankan kepada film-film asing yang masuk ke indonesia, terutama ya film hollywood.
“Tindakan mereka menentang kebijakan baru dari Dirjen Bea Cukai yang membebankan bea masuk atas hak distribusi film impor. Karena menurut mereka itu adalah itu sesuatu tidak lazim dan tidak pernah ada di industri film manapun di dunia,” ungkap beliau.

Noorca kembali menjelaskan, sebetulnya ada 3 tentuan produsen film asing yang ingin menayangkan filmnya di bioskop Indonesia.
Pertama, mereka harus membayar bea masuk barang berupa copy pita film ke Indonesia. Pajaknya berupa PPh dan PPn sebesar 23,75 persen dari nilai barang tersebut.
Beliau melanjutkan, “Setelah ditayangkan dibioskop, mereka harus membayar PPh (Pajak Penghasilan) dari keuntungan eksploitasi film mereka yang diputar di Indonesia,” begitu kira-kira.
Untuk ketentuan yang Ketiga, produsen film tersebut juga ada beban pajak tontotan terhadap Pemerintah Kota atau Kabupaten. Besarnya 10 sampai 15 persen dari keuntungan penjualan tiket.

Beliau menambahkan, “Itu wajar. Sekarang yang tidak wajar adalah pemerintah membebankan pajak baru berupa bea masuk atas hak distribusi yang besarnya sama, 23,75 persen atas nilai barang. Ini tidak ada di negara mana pun,”
Selama Dirjen Pajak masih berusaha keras menaham ketentuan tersebut maka pihak perfilman Hollywood akan menarik peredaran film-film mereka dari indonesia, bahkan menyetop mengedarkan masuk film hollywood ke indonesia.

“Ini akan selama-lamanya, selama pihak Dirjen Pajak tidak lunak,” ungkap dari Noorca.
Keputusan Hollywood tidak lagi mengirimkan produksi filmnya mulai Kamis (17/2/2011) kemarin. Sedangkan film yang sudah terlanjur di putar, akan ditarik dari peredaran.

Waduh berbahaya juga nih bagi penikmat film hollywood jika seperti itu, bakalan tidak ada lagi film Harry Potter, i am number four dan kawan-kawan di indonesia. Bahkan menurut kabar juga film eropa,mandarin dan bollywood akan mengikuti jejak hollywood yang stop mengedarkan masuk film mereka ke indonesia.
Apakah anda setuju jika pihak Hollywood stop edarkan film mereka ke indonesia?
Reff : detikhot.com

Read more

Aksi Akrobat Diatas Sepeda Motor Ngebut Remaja Indonesia Masuk Media Dunia (Video)

Kebolehan anak muda kita sepertinya menjadi perhatian dunia, terutama dalam kehebatannya beratraksi maut diatas sepeda motor sambil ngebut, lihat aja tanyangan berikut ini

Read more

MAnusia Berkelamin GAnda Dari Indonesia


CILINCING (Pos Kota) – Sekilas tidak ada yang ganjil pada diri bocah berusia tujuh tahun ini. Dia layaknya seorang anak laki-laki. Bocah berkulit gelap itu terlihat ceria bermain bersama teman laki-lakinya.
Namun siapa yang mengira, putra semata wayang dari Rohimah, 38, ini yang terlihat sehat dan normal itu ternyata memiliki dua kelamin, pria dan wanita.
“Siapa sih yang tidak ingin melihat anak sendiri menjalani kehidupan secara normal. Tapi mau bagaimana lagi, biaya operasi mahal sampai puluhan juta,” tutur Rohimah, 38, ibu dari Asep Prihatin, bocah berkelamin ganda yang ditemui di rumah kontrakannya, Kampung Kurus, Jalan Tipar Cakung, RT 01/06, Sukapura, Cilincing.
Berbagai upaya telah ditempuh perempuan asal Pelembang yang sehari-harinya mencari uang dengan berdagang gorengan ini untuk membuat anaknya normal.
“Tahun 2006 saya sempat mendatangi Yayasan Dorce yang katanya bisa membantu orang seperti saya, tapi ditolak. Selanjutnya, pada pemilu kemarin ada seorang caleg perempuan dari satu partai yang berniat mau membiayai operasi anak saya di RS Hermina, Sunter. Tapi setelah dia gagal jadi caleg, ia berubah pikiran, tidak jadi membiayai Asep,” ujar Janda dari mendiang Ocep ini.
Asep lahir di RSUD Koja 10 Agustus melalui persalinan normal. Rohimah mengaku tidak mengalami hal yang aneh sejak ia mengandung Asep hingga melahirkan. “Bapaknya Asep meninggal saat usia kandungan Asep baru tiga bulan. Tidak ada firasat atau hal aneh selama saya mengandung Asep,” tandasnya lagi.
Sejak lahir Asep memiliki batang penis seperti laki-laki. Namun penisnya tersebut tumbuh dari dalam kemaluan wanitanya. Bila buang air kecil ia harus jongkok seperti wanita karena air seni keluar melalui kemaluan wanitanya.
“Kadang-kadang dia sering bertanya kenapa kelaminnya berbeda dengan teman-temannya. Dia juga sering menanyakan kapan akan disunat. Kalau sudah begitu, saya suka sedih. Tapi mau gimana lagi?” ujarnya pelan. (yahya/B)


Read more

2 Pejuang Kemerdekaan Indonesia Yang Kontroversial

1. Tan Malaka

atau bergelar Datuk Ibrahim lahir di Nagari Padam gadang,Suliki Sumatera Barattanggal 19 februari 1896, Belum jelas latar belakang keluarga Tan Malaka,walaupun beliau dilahirkan di kota Padang dan memiliki gelar Datuk dan beragama Islam,ada sebagaian orang menyebutkan Tan Malaka adalah seorang keturunan Etnis Tionghoa,hal ini dapat dilihat dari nama “Tan”.
“Tan” merupakan nama salah satu marga Tionghoa berdialeg Hokkian, walaupun dalam sejarah Indonesia hal tersebut tidak dituliskan. Tan Malaka seorang pejuang kemerdekaan yang militant,radikal dan revolusioner juga legendaries.dia seorang yang kritis,dengan seringnya membuat kritikan mulai dari jaman penjajahan belanda sampai pemerintahan Soekarno-Hatta.
Tan Malaka adalah seorang sosialis dalam cara berpikir dan pandangan politiknya tetapi dia sendiri bukan seorang komunis,hal tersebut terlihat dengan seringnya beliau terlibat konflik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Rumah tempat kelahiran Tan Malaka

Tan Malaka menghabiskan sebagaian hidupnya di pembuangan diluar Indonesia, Sebagai seorang aktifis kemerdekaan, beliau seringkali menjadi sasaran penahanan pemerintah colonial Belanda,tetapi justru dengan keadaanya yang demikian, Tan Malaka dapat memainkan peran Intelektualnya di dunia Internasional,dengan membangun jaringan gerakan sosialis Internasional untuk gerakan anti penjajahan di Asia Tenggara.
Dalam sejarah Tan Malaka tercatat sebagai seorang Pendiri Partai MURBA,yang berasal dari Sarekat Islam (S.I) Jakarta dan semarang,Ia dibesarkan dalam semangat Modernisasi Islam Kaoem Moeda di Sumatera Barat.

Tan Malaka Muda

Pada tahun 1921 Tan Malaka telah terjun ke dalam gelanggang politik. Dengan semangat yang berkobar dari sebuah gubuk miskin, Tan Malaka banyak mengumpulkan pemuda-pemuda komunis. Pemuda cerdas ini banyak juga berdiskusi dengan Semaun (wakil ISDV) mengenai pergerakan revolusioner dalam pemerintahan Hindia Belanda. Selain itu juga merencanakan suatu pengorganisasian dalam bentuk pendidikan bagi anggota-anggota PKI dan SI (Sarekat Islam) untuk menyusun suatu sistem tentang kursus-kursus kader serta ajaran-ajaran komunis, gerakan-gerakan aksi komunis, keahlian berbicara, jurnalistik dan keahlian memimpin rakyat. Namun pemerintahan Belanda melarang pembentukan kursus-kursus semacam itu sehingga mengambil tindakan tegas bagi pesertanya.

Melihat hal itu Tan Malaka mempunyai niat untuk mendirikan sekolah-sekolah sebagai anak-anak anggota SI untuk penciptaan kader-kader baru. Juga dengan alasan pertama: memberi banyak jalan (kepada para murid) untuk mendapatkan mata pencaharian di dunia kapitalis (berhitung, menulis, membaca, ilmu bumi, bahasa Belanda, Melayu, Jawa dan lain-lain); kedua, memberikan kebebasan kepada murid untuk mengikuti kegemaran mereka dalam bentuk perkumpulan-perkumpulan; ketiga, untuk memperbaiki nasib kaum miskin. Untuk mendirikan sekolah itu, ruang rapat SI Semarang diubah menjadi sekolah. Dan sekolah itu bertumbuh sangat cepat hingga sekolah itu semakin lama semakin besar.
Perjuangan Tan Malaka tidaklah hanya sebatas pada usaha mencerdaskan rakyat Indonesia pada saat itu, tapi juga pada gerakan-gerakan dalam melawan ketidakadilan seperti yang dilakukan para buruh terhadap pemerintahan Hindia Belanda lewat VSTP dan aksi-aksi pemogokan, disertai selebaran-selebaran sebagai alat propaganda yang ditujukan kepada rakyat agar rakyat dapat melihat adanya ketidakadilan yang diterima oleh kaum buruh.

Pergulatan Tan Malaka dengan partai komunis di dunia sangatlah jelas. Ia tidak hanya mempunyai hak untuk memberi usul-usul dan dan mengadakan kritik tetapi juga hak untuk mengucapkan vetonya atas aksi-aksi yang dilakukan partai komunis di daerah kerjanya. Tan Malaka juga harus mengadakan pengawasan supaya anggaran dasar, program dan taktik dari Komintern (Komunis Internasional) dan Profintern seperti yang telah ditentukan di kongres-kongres Moskwa diikuti oleh kaum komunis dunia. Dengan demikian tanggung-jawabnya sebagai wakil Komintern lebih berat dari keanggotaannya di PKI.
Sebagai seorang pemimpin yang masih sangat muda ia meletakkan tanggung jawab yang sangat berat pada pundaknya. Tan Malaka dan sebagian kawan-kawannya memisahkan diri dan kemudian memutuskan hubungan dengan PKI, Sardjono-Alimin-Musso.

Prof. Mohammad Yamin, dalam karya tulisnya "Tan Malaka Bapak Republik Indonesia" memberi komentar: "Tak ubahnya daripada Jefferson Washington merancangkan Republik Amerika Serikat sebelum kemerdekaannya tercapai atau Rizal Bonifacio meramalkan Philippina sebelum revolusi Philippina pecah…."
Peristiwa 3 Juli 1946 yang didahului dengan penangkapan dan penahanan Tan Malaka bersama pimpinan Persatuan Perjuangan, di dalam penjara tanpa pernah diadili selama dua setengah tahun. Setelah meletus pemberontakan FDR/PKI di Madiun, September 1948 dengan pimpinan Musso dan Amir Syarifuddin, Tan Malaka dikeluarkan begitu saja dari penjara akibat peristiwa itu.
Di luar, setelah mengevaluasi situasi yang amat parah bagi Republik Indonesia akibat Perjanjian Linggajati 1947 dan Renville 1948, yang merupakan buah dari hasil diplomasi Sutan Syahrir dan Perdana Menteri Amir Syarifuddin,

Tan Malaka saat Revolusi kemerdekaan

Pada tahun 1949 tepatnya bulan Februari Tan Malaka hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya di tengah-tengah perjuangan bersama Gerilya Pembela Proklamasi di Pethok, Kediri, Jawa Timur. Tapi akhirnya misteri tersebut terungkap juga dari penuturan Harry A. Poeze, seorang Sejarawan Belanda yang menyebutkan bahwa Tan Malaka ditembak mati pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya
Direktur Penerbitan Institut Kerajaan Belanda untuk Studi Karibia dan Asia Tenggara atau KITLV, Harry A Poeze kembali merilis hasil penelitiannya, bahwa Tan Malaka ditembak pasukan TNI di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri pada 21 Februari 1949.Namun berdasarkan keputusan Presiden RI No. 53, yang ditandatangani Presiden Soekarno 28 Maret 1963 menetapkan bahwa Tan Malaka adalah seorang pahlawan kemerdekaan Nasional.

Karya Tan Malaka yang lainnya adalah sebuah buku yang berjudul MADILOG (Materialisme, Dialektika, Logika), Madilog merupakan istilah baru dalam cara berpikir, dengan menghubungkan ilmu bukti serta mengembangkan dengan jalan dan metode yang sesuai dengan akar dan urat kebudayaan Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan dunia. Bukti adalah fakta dan fakta adalah lantainya ilmu bukti. Bagi filsafat, idealisme yang pokok dan pertama adalah budi (mind), kesatuan, pikiran dan penginderaan. Filsafat materialisme menganggap alam, benda dan realita nyata obyektif sekeliling sebagai yang ada, yang pokok dan yang pertama.

Buku Madilog Karya Tan Malaka

Bagi Madilog, yang pokok dan pertama adalah bukti, walau belum dapat diterangkan secara rasional dan logika tapi jika fakta sebagai landasan ilmu bukti itu ada secara konkrit, sekalipun ilmu pengetahuan secara rasional belum dapat menjelaskannya dan belum dapat menjawab apa, mengapa dan bagaimana.

2. Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo


Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo demikian nama lengkap dari Kartosoewirjo, dilahirkan 7 Januari 1907 di Cepu, sebuah kota kecil antara Blora dan Bojonegoro yang menjadi daerah perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah. Kota Cepu ini menjadi tempat di mana budaya Jawa bagian timur dan bagian tengah bertemu dalam suatu garis budaya yang unik.

Ayahnya, yang bernama Kartosoewirjo, bekerja sebagai mantri pada kantor yang mengkoordinasikan para penjual candu di kota kecil Pamotan, dekat Rembang. Pada masa itu mantri candu sederajat dengan jabatan Sekretaris Distrik. Dalam posisi inilah, ayah Kartosoewirjo mempunyai kedudukan yang cukup penting sebagai seorang pribumi saat itu, menimbulkan pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan garis sejarah anaknya. Kartosoewirjo pun kemudian mengikuti tali pengaruh ini hingga pada usia remajanya.

Dengan kedudukan istimewa orang tuanya serta makin mapannya "gerakan pencerahan Indonesia" ketika itu, Kartosoewirjo dibesarkan dan berkembang. Ia terasuh di bawah sistem rasional Barat yang mulai dicangkokkan Belanda di tanah jajahan Hindia. Suasana politis ini juga mewarnai pola asuh orang tuanya yang berusaha menghidupkan suasana kehidupan keluarga yang liberal. Masing-masing anggota keluarganya mengembangkan visi dan arah pemikirannya ke berbagai orientasi. Ia mempunyai seorang kakak perempuan yang tinggal di Surakarta pada tahun 50-an yang hidup dengan penuh keguyuban, dan seorang kakak laki-laki yang memimpin Serikat Buruh Kereta Api pada tahun 20-an, ketika di Indonesia terbentuk berbagai Serikat Buruh.

Pada tahun 1911, saat para aktivis ramai-ramai mendirikan organisasi, saat itu Kartosoewirjo berusia enam tahun dan masuk Sekolah ISTK (Inlandsche School der Tweede Klasse) atau Sekolah "kelas dua" untuk kaum Bumiputra di Pamotan. Empat tahun kemudian, ia melanjutkan sekolah ke HIS (Hollandsch-Inlandsche School) di Rembang. Tahun 1919 ketika orang tuanya pindah ke Bojonegoro, mereka memasukkan Kartosoewirjo ke sekolah ELS (Europeesche Lagere School). Bagi seorang putra "pribumi", HIS dan ELS merupakan sekolah elite. Hanya dengan kecerdasan dan bakat yang khusus yang dimiliki Kartosoewirjo maka dia bisa masuk sekolah yang direncanakan sebagai lembaga pendidikan untuk orang Eropa dan kalangan masyarakat Indo-Eropa.

Semasa remajanya di Bojonegoro inilah Kartosoewirjo mendapatkan pendidikan agama dari seorang tokoh bernama Notodihardjo yang menjadi "guru" agamanya. Dia adalah tokoh Islam modern yang mengikuti Muhammadiyah. Tidak berlebihan ketika itu, Notodihardjo sendiri kemudian menanamkan banyak aspek kemodernan Islam ke dalam alam pikir Kartosoewirjo. Pemikiran-pemikirannya sangat mempengaruhi bagaimana Kartosoewirjo bersikap dalam merespon ajaran-ajaran agama Islam. Dalam masa-masa yang bisa kita sebut sebagai the formative age-nya.

Pada tahun 1923, setelah menamatkan sekolah di ELS, Kartosoewirjo pergi ke Surabaya melanjutkan studinya pada Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS), Sekolah Kedokteran Belanda untuk Pribumi. Pada saat kuliah inilah (l926) ia terlibat dengan banyak aktivitas organisasi pergerakan nasionalisme Indonesia di Surabaya.

Selama kuliah Kartosoewirjo mulai berkenalan dengan pemikiran-pemikiran Islam. Ia mulai "mengaji" secara serius. Saking seriusnya, ia kemudian begitu "terasuki" oleh shibghatullah sehingga ia kemudian menjadi Islam minded. Semua aktivitasnya kemudian hanya untuk mempelajari Islam semata dan berbuat untuk Islam saja. Dia pun kemudian sering meninggalkan aktivitas kuliah dan menjadi tidak begitu peduli dengan ilmu-ilmu yang diajarkan oleh sekolah Belanda, tentunya setelah ia mengkaji dan membaca banyak buku-buku dari berbagai disiplin ilmu, dari kedokteran hingga ilmu-ilmu sosial dan politik.

Dengan modal ilmu-ilmu pengetahuan yang tidak sedikit itu, ditambah ia juga memasuki organisasi politik Sjarikat Islam di bawah pimpinan Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Pemikiran-pemikiran Tjokroaminoto banyak mempengaruhi sikap, tindakan dan orientasi Kartosuwirjo. Maka setahun kemudian, dia dikeluarkan dari sekolah karena dituduh menjadi aktivis politik, dan didapati memiliki sejumlah buku sosialis dan komunis yang diperoleh dari pamannya yaitu Marko Kartodikromo, seorang wartawan dan sastrawan yang cukup terkenal pada zamannya. Sekolah tempat ia menimba ilmu tidak berani menuduhnya karena "terasuki" ilmu-ilmu Islam, melainkan dituduh "komunis" karena memang ideologi ini sering dipandang sebagai ideologi yang akan membahayakan. Padahal ideologi Islamlah yang sangat berbahaya bagi penguasa yang zhalim. Tidaklah mengherankan, kalau Kartosuwirjo nantinya tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kesadaran politik sekaligus memiliki integritas keislaman yang tinggi. Ia adalah seorang ulama besar, bahkan kalau kita baca tulisan-tulisannya, kita pasti akan mengakuinya sebagai seorang ulama terbesar di Asia Tenggara.
Semenjak tahun 1923, dia sudah aktif dalam gerakan kepemudaan, di antaranya gerakan pemuda Jong Java. Kemudian pada tahun 1925, ketika anggota-anggota Jong Java yang lebih mengutamakan cita-cita keislamannya mendirikan Jong Islamieten Bond (JIB). Kartosoewirjo pun pindah ke organisasi ini karena sikap pemihakannya kepada agamanya. Melalui dua organisasi inilah kemudian membawa dia menjadi salah satu pelaku sejarah gerakan pemuda yang sangat terkenal, "Sumpah Pemuda".

Deklarasi Sumpah Pemuda

Selain bertugas sebagai sekretaris umum PSIHT (Partij Sjarikat Islam Hindia Timur), Kartosoewirjo pun bekerja sebagai wartawan di koran harian Fadjar Asia. Semula ia sebagai korektor, kemudian diangkat menjadi reporter. Pada tahun 1929, dalam usianya yang relatif muda sekitar 22 tahun, Kartosoewirjo telah menjadi redaktur harian Fadjar Asia. Dalam kapasitasnya sebagai redaktur, mulailah dia menerbitkan berbagai artikel yang isinya banyak sekali kritikan-kritikan, baik kepada penguasa pribumi maupun penjajah Belanda.

Ketika dalam perjalanan tugasnya itu dia pergi ke Malangbong. Di sana bertemu dengan pemimpin PSIHT setempat yang terkenal bernama Ajengan Ardiwisastera. Di sana pulalah dia berkenalan dengan Siti Dewi Kalsum putri Ajengan Ardiwisastera, yang kemudian dinikahinya pada bulan April tahun 1929. Perkawinan yang sakinah ini kemudian dikarunia dua belas anak, tiga yang terakhir lahir di hutan-hutan belantara Jawa Barat. Begitu banyaknya pengalaman telah menghantarkan dirinya sebagai aktor intelektual dalam kancah pergerakan nasional.

Pada tahun 1943, ketika Jepang berkuasa di Indonesia, Kartosoewirjo kembali aktif di bidang politik, yang sempat terhenti. Dia masuk sebuah organisasi kesejahteraan dari MIAI (Madjlis Islam 'Alaa Indonesia) di bawah pimpinan Wondoamiseno, sekaligus menjadi sekretaris dalam Majelis Baitul-Mal pada organisasi tersebut.

Majlis Islam A'ala Indonesia

Dalam masa pendudukan Jepang ini, dia pun memfungsikan kembali lembaga Suffah yang pernah dia bentuk. Namun kali ini lebih banyak memberikan pendidikan kemiliteran karena saat itu Jepang telah membuka pendidikan militernya. Kemudian siswa yang menerima latihan kemiliteran di Institut Suffah itu akhirnya memasuki salah satu organisasi gerilya Islam yang utama sesudah perang, Hizbullah dan Sabilillah, yang nantinya menjadi inti Tentara Islam Indonesia di Jawa Barat.

Tentara Islam Indonesia (TII)

Pada bulan Agustus 1945 menjelang berakhirnya kekuasaan Jepang di Indonesia, Kartosoewirjo yang disertai tentara Hizbullah berada di Jakarta. Dia juga telah mengetahui kekalahan Jepang dari sekutu, bahkan dia mempunyai rencana: kinilah saatnya rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, merebut kemerdekaannya dari tangan penjajah. Sesungguhnya dia telah memproklamasikan kemerdekaan pada bulan Agustus 1945. Tetapi proklamasinya ditarik kembali sesudah ada pernyataan kemerdekaan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta. Untuk sementara waktu dia tetap loyal kepada Republik dan menerima dasar "sekuler"-nya.
saat Perang revolusi kemerdekaan

Namun sejak kemerdekaan RI diproklamasikan (17 Agustus 1945), kaum nasionalis sekulerlah yang memegang tampuk kekuasaan negara dan berusaha menerapkan prinsip-prinsip kenegaraan modern yang sekuler. Semenjak itu kalangan nasionalis Islam tersingkir secara sistematis dan hingga akhir 70-an kalangan Islam berada di luar negara. Dari sinilah dimulainya pertentangan serius antara kalangan Islam dan kaum nasionalis sekuler. Karena kaum nasionalis sekuler mulai secara efektif memegang kekuasaan negara, maka pertentangan ini untuk selanjutnya dapat disebut sebagai pertentangan antara Islam dan negara.

Situasi yang kacau akibat agresi militer kedua Belanda, apalagi dengan ditandatanganinya perjanjian Renville antara pemerintah Republik dengan Belanda. Di mana pada perjanjian tersebut berisi antara lain gencatan senjata dan pengakuan garis demarkasi van Mook. Sementara pemerintah RI harus mengakui kedaulatan Belanda atas Indonesia, maka menjadi pil pahit bagi Republik. Tempat-tempat penting yang strategis bagi pasukannya di daerah-daerah yang dikuasai pasukan Belanda harus dikosongkan, dan semua pasukan harus ditarik mundur --atau "kabur" dalam istilah orang-orang DI-- ke Jawa Tengah. Karena persetujuan ini, Tentara Republik resmi dalam Jawa Barat, Divisi Siliwangi, mematuhi ketentuan-ketentuannya. Soekarno menyebut "kaburnya" TNI ini dengan memakai istilah Islam, "hijrah". Dengan sebutan ini dia menipu jutaan rakyat Muslim. Namun berbeda dengan pasukan gerilyawan Hizbullah dan Sabilillah, bagian yang cukup besar dari kedua organisasi gerilya Jawa Barat, menolak untuk mematuhinya. Hizbullah dan Sabilillah lebih tahu apa makna "hijrah" itu.

Pada tahun 1949 Indonesia mengalami suatu perubahan politik besar-besaran. Pada saat Jawa Barat mengalami kekosongan kekuasaan, maka ketika itu terjadilah sebuah proklamasi Negara Islam di Nusantara, sebuah negeri al-Jumhuriyah Indonesia yang kelak kemudian dikenal sebagai ad-Daulatul Islamiyah atau Darul Islam atau Negara Islam Indonesia yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai DI/TII. DI/TII di dalam sejarah Indonesia

Proklamasi Nagara Islam Indonesia (NII)

sering disebut para pengamat yang fobi dengan Negara Islam sebagai "Islam muncul dalam wajah yang tegang." Bahkan, peristiwa ini dimanipulasi sebagai sebuah "pemberontakan". Kalaupun peristiwa ini disebut sebagai sebuah "pemberontakan", maka ia bukanlah sebuah pemberontakan biasa. Ia merupakan sebuah perjuangan suci anti-kezhaliman yang terbesar di dunia di awal abad ke-20 ini. "Pemberontakan" bersenjata yang sempat menguras habis logistik angkatan perang Republik Indonesia ini bukanlah pemberontakan kecil, bukan pula pemberontakan yang bersifat regional, bukan "pemberontakan" yang muncul karena sakit hati atau kekecewaan politik lainnya, melainkan karena sebuah "cita-cita", sebuah "mimpi" yang diilhami oleh ajaran-ajaran Islam.

Akhirnya, perjuangan panjang Kartosoewirjo selama 13 tahun pupus setelah Kartosoewirjo sendiri tertangkap. Pengadilan Mahadper, 16 Agustur l962, menyatakan bahwa perjuangan suci Kartosoewirjo dalam menegakkan Negara Islam Indonesia itu adalah sebuah "pemberontakan". Hukuman mati kemudian diberikan kepada Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo.

Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo saat di tangkap

Tentang kisah wafatnya Kartosoewirjo, ternyata Soekarno dan A.H. Nasution cukup menyadari bahwa Kartosoewirjo adalah tokoh besar yang bahkan jika wafat pun akan terus dirindukan umat. Maka mereka dengan segala konspirasinya, didukung Umar Wirahadikusuma, berusaha menyembunyikan rencana jahat mereka ketika mengeksekusi Imam Negara Islam ini.
Inilah dua tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia yang sangat Kontroversial sampai saat ini, dimana sangat sedikit sekali literatur yang mengisahkan tentang kedua tokoh tersebut, dan terlepas dari kontroversi , faktanya keduanya berjuang dan berkorban demi kemerdekaan Bangsa Indonesia walaupun pada Akhirnya berbeda pandangan dan pemikiran untuk membawa bangsa Indonesia kepada satu tujuan yaitu Negara yang Adil dan Makmur demi kesejahteraan masyarakat bangsa Indonesia.

Sumber : http://auliasubhan.blogspot.com/2011/01/2-orang-pejuang-kemerdekaan-yang.html

Read more

Tujuh Menara Terkenal di Indonesia

Menara bisa menjadi suatu objek bangunan untuk menghias sebuah kota dan juga bisa dijadikan sebagai simbol kota. Di dunia, kita mengenal menara pisa, menara Eiffel, dan menara tertinggi dunia seperti al Buruj di Dubai. Tapi tahukah kamu tentang menara yang ada di Indonesia?
Tidak begitu banyak menara besar di Indonesia yang saya ketahui tapi ada beberapa menara yang paling saya kenal di Indonesia. Penilaian menara bukan berdasarkan tingginya tetapi berdasarkan terkenal dan bersejarahnya menara tersebut.

Berikut 7 menara terkenal di Indonesia:

1. Tugu Monas

Monumen Nasional (Monas) adalah ikon ibukota Indonesia, Jakarta. Menara ini diresmikan pada 17 Agustus 1961 yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat. Monas memiliki tinggi 132 meter. Bentuk bangunan monas sangat unik berbentuk lingga yoni simbol kesuburan dengan puncak menara terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan. Bangunan ini menambah keindahan kota Jakarta dan selalu ramai dikunjungi wisatawan. Pengunjung bisa naik ke lantai atas monas dengan menggunakan lift. Dari atas kamu bisa melihat hampir seluruh pelosok Jakarta.

2. Menara TVRI


Menara TVRI terletak di Senayan, Jakarta. Gedung TVRI Pusat sebagai stasiun TV pertama di Indonesia selesai dibangun tahun 1962 sebelum Asian Games 1962. Tower pemancar TVRI berbentuk gedung menara dan ada lift yang bisa sampai ke atas. Saya kurang tahu berapa tepatnya tinggi menara TVRI, mungkin sekitar 100 m. Menara TVRI ini menjadi salah satu pemandangan menarik di antara bangunan yang ada di Jakarta. Menara TVRI ini juga menjadi sarana untuk percobaan tv digital pertama di Indonesia dengan pemancar DVB-T & DVB-H yang terpasang pada ketinggian sekitar 100 meter di menara TVRI Senayan.

3. Sky Tower Pulau Kumala

Kalimantan juga memiliki menara yang menarik, yaitu menara Sky Tower. Menara ini sangat unik karena terletak di sebuah pulau kecil di tengah sungai Mahakam, yaitu Pulau Kumala di Tenggarong, Kalimantan Timur. Menara ini memiliki tinggi 100 meter. Para pengunjung dapat melihat kota Tenggarong dari piringan di atas Sky Tower (menara berputar). Piringan tersebut dapat bergerak naik turun dan berputar 360 derajat. Untuk bisa sampai ke pulau Kumala bisa melalui 2 alternatif, yaitu naik kereta gantung atau naik perahu.

4. Monumen Mandala

Monumen Mandala terletak di Jalan Raya Jenderal Soedirman Makassar. Dibangun pada tahun 1994 sebagai tugu peringatan operasi Mandala Jaya pembebasan Irian Barat dari tangan penjajah Belanda. Di dalamnya terdapat diorama yang menceritakan proses pembebasan tersebut. Monumen Mandala memiliki tinggi 75 meter terbagi dalam empat lantai. Masing-masing lantai berisi simbol-simbol perjuangan pembebasan Irian Barat dan perjuangan rakyat Sulsel, termasuk zaman Pahlawan Nasional, Sultan Hasanuddin.

5. Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan adalah ikon Kota Surabaya. Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, dimana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu yang datang bersama Belanda. Monumen yang memiliki tinggi 45 meter ini diresmikan pada 10 November 1952. Gedung ini berada di bekas reruntuhan pusatnya gerakan pemuda (PTKR = Polisi Tentara Keamanan Rakyat pimpinan Hasanudin Pasopati dan N. Suharyo Kecik). Sebelumnya tempat itu juga pernah menjadi gedung Raad van Justitie (gedung pengadilan) pada zaman Nederlands Indiƫ, dan pada zaman Nippon menjadi markas Kenpeitai. Tugu Pahlawan ini mempunyai 10 lengkungan pada badannya yang melambangkan tanggal 10. Sedang 11 bagian di atasnya mengandung pengertian bulan ke 11 (November).

6. Menara Jam Gadang

Jam "gadang", atau "jam yang besar" merupakan landmark kota Bukittinggi ,Sumatra Barat. Kerajaan Belanda membangun Jam Gadang pada 1926. Denah dasar (bangunan tapak berikut tangga yang menghadap ke arah Pasar Atas) dari Jam Gadang ini adalah 13x4 meter, sedangkan tingginya 26 meter.
Menara jam ini telah mengalami beberapa kali perubahan bentuk pada bagian puncaknya. Pada awalnya puncak menara jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan. Saat masuk menjajah Indonesia, pemerintahan pendudukan Jepang mengubah puncak itu menjadi berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau. Di lantai atas menara terdapat Mesin jam manual yang dibuat khusus oleh Recklinghausen. Konon Pria Jerman tersebut hanya membuat dua mesin sebesar itu. Kembarannya kini terpasang di Menara Big Ben, London, Inggris. Keunikan lainnya, Kontur tanah di sekitar jam gadang berjenjang dan juga tidak landai, sehingga sepintas bangunan Jam Gadang tampak miring seperti Menara Pisa.

7. Tugu Khatulistiwa

Ada tugu di dalam tugu. Itulah tugu Khatulistiwa. Tugu Khatulistiwa merupakan ikon Kota Pontianak yang memiliki tinggi 15,25 meter dari permukaan tanah. Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Tugu Khatulistiwa yang terlihat sekarang dibuat Tahun tahun 1990, dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli di dalamnya yang telah dibuat pada tahun 1928. Jadi bangunan tugu yang dibuat tahun 1990 adalah bangunan duplikat yang besarnya 5 x dari tugu asli dan berfungsi untuk melindungi tugu asli. Tugu Khatulistiwa ini terletak di garis khatulistiwa yang membelah Bumi menjadi dua bagian, Utara dan Selatan. Pada saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa bayangan tugu dan bayangan orang serta benda-benda di sekitar tugu akan menghilang beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.

Di samping menara-menara tersebut tentu masih ada beberapa tugu atau menara di Indonesia. Diharapkan daerah-daerah di Indonesia juga membangun menara-menara tertinggi sebagai ikon daerahnya dan sebagai salah satu tujuan wisata yang tentunya bisa meningkatkan pendapat daerah. Kita juga akan menunggu yang kabarnya sedang akan dibangun di jakarta menara tertinggi di dunia

Read more

Video Youtube Lagu Andai Aku Jadi Gayus Tambunan Hebohkan Netter Indonesia

Mungkin inilah salah satu bentuk protes halus rakyat pada kinerja pemerintah yang sangat amburadul. Salah satunya adalah betapa hukum di negeri ini bisa dengan mudah dibeli dengan uang. Seorang mantan napi bernama Bona Paputungan menyindir secara halus dengan video lagu berjudul "Andai aku jadi Gayus Tambunan". Video ini mendadak menjadi sangat populer setelah direview oleh salah satu stasiun TV swasta.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJ3INsUxaLGC6c4QvecK5nLLiFaXdeL_3mhISEfRoljAPvgepyTqWm8kcy4MeG-ETiOpnGkYLFY28JOuVeP3kgd2UHTZu-KmSx39faXuLyunefD9LZu8PfF3QmP8QQjCaYU67Lwfloou4/s1600/1.jpg

Lagu berjudul "Andai Aku Jadi Gayus Tambunan" ini diciptakan oleh mantan napi Bona Paputungan. Bona agaknya iri melihat kehidupan Gayus yang bisa bebas plesir ke Bali, hingga ke luar negeri ini. Berbeda dengan dirinya pada saat ditahan di Lapas Gorontalo ini yang harus pasrah tidak bisa berbuat banyak.

Lagu yang berjudul 'Andai aku Gayus Tambunan' tersebut di posting di situs Youtube pada Jumat, 14 Januari berdurasi 4 menit 47 detik. Lagu ini telah diunduh dan dilihat kurang lebih 1.800 orang dan sangat mungkin bertambah.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD_Tfo1UltHUbJnxbdSOPt1MUBp4ECWzzrDFsXwdxyBwXP2CDCyEZ_Io6D7uFAnTFKwLUC8S_DaR8CegBebUdHSfiFJbT-ilRu1zwMtvGJdEAiORo7lXTuSXJWZEimZymu5g_uNv-Wbxw/s1600/2.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYftjYt9OaQugeKXzG-Q9WwgsP7P9afMplFBODDDe33gV96wiLLaKnRT5QlPxVexP1EjVf46IEW_FdZgcVte0wakRfPgiI36IHlc25NV1PqH0jijistvc30e05-7jLqUxbU_7-t1fqjwE/s1600/3.jpg

Dalam video klip tersebut juga diceritakan mengenai kehidupan di penjara. Diceritakan pula aksi Gayus yang memberi uang kepada sipir, hingga memakai kacamata dan wig.

Read more

Indonesia punya Hewan hybrid ?

Tahukah kamu apakah hewan hybrid itu?.. Hewan atau binatang hybrid adalah hewan campuran atau gabungan dari beberapa jenis hewan yang berbeda sehingga memunculkan bentuk hewan baru. Tapi kali ini akan menulis hewan yang hanya mirip atau seolah-olah hewan itu merupakan gabungan dari beberapa jenis hewan yang berbeda. Aslinya hewan ini memang species asli dan bukan hewan hybrid jadi hanya mirip saja. Berikut hewan-hewan tersebut:


Ekidna = Trengiling + Landak


Ekidna adalah mammalia kecil yang tubuhnya ditutupi rambut kasar dan duri mirip landak. Hewan ini juga memiliki moncong panjang dan digunakan untuk memakan semut dan rayap mirip hewan trenggiling. Hewan yang mirip perpaduan antara trenggiling dengan landak ini dapat ditemukan di Papua.

Kancil = Tikus + Rusa

Kancil kalau dalam bahasa Inggris disebut dengan nama "Mouse Deer" (tikus rusa). Hewan ini sekilas mirip campuran antara rusa dan tikus. Kancil dikenal juga dengan nama Pelanduk (nama ilmiah: Tragulus javanicus). Kancil dapat ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Kepulauan Singkep, Pulau Penebanga, Pulau Labuan dan Pulau Laut.


Babirusa = Babi + Rusa

Babirusa menyerupai babi tetapi ukurannya jauh lebih kecil dari babi biasa. Babirusa memiliki taring panjang yang mencuat ke atas menembus moncongnya mirip tanduk rusa. Babirusa banyak terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku.


Ikan Terbang = Ikan + burung

Ikan terbang merupakan sejenis ikan yang sekilas memiliki bentuk sirip seperti sayap. Ikan terbang memiliki sirip dada yang besar mirip sayap, memungkinkan ikan ini meluncur terbang secara singkat di udara untuk lari dari pemangsa. Ikan terbang dapat ditemukan di perairan Sekitar pulau Sulawesi. Di Sulawesi Barat ikan terbang dijadikan makanan tradisional yaitu ikan terbang yang diasap.

Kangguru pohon = Beruang + kanguru

Kangguru pohon adalah sejenis Kanguru yang hidupnya di atas pohon. Kanguru ini sekilas mirip perpaduan antara kanguru dan beruang. Kanguru pohon dapat ditemukan di hutan Papua.

Anoa = Kerbau + kambing


Anoa mirip kerbau, tetapi pendek serta lebih kecil ukurannya sebesar kambing. Anoa dapat ditemukan di Sulawesi Tenggara.

Kukang = Panda + Kucing

Kukang binatang yang mirip dengan panda dan kucing adalah sejenis hewan mamalia (menyusui) yang sebagian besar aktifitasnya dilakukan pada malam hari. Kukang banyak terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Jawa.

Belalang daun = belalang + daun

Belalang daun merupakan binatang belalang yang mirip daun. Belalang merupakan salah satu binatang yang handal dalam menyamar untuk menghindarkan diri dari pemangsa. Belalang daun dapat ditemukan di hutan-hutan di Indonesia.

Hewan-hewan yang disebutkan tadi hanya sekedar mirip perpaduan antar dua hewan. Hewan-hewan tersebut "bukan" hewan hybrid tapi bentuknya yang unik membuat kita menjadi terkagum-kagum.
Sumber: http://indonesiatop.blogspot.com


Read more